Harga Ethereum (ETH) kembali menguat dan berhasil menembus level psikologis US$2.100 pada Rabu, seiring membaiknya sentimen di pasar aset berisiko secara global. Kenaikan ini juga diikuti lonjakan aktivitas di pasar derivatif, yang terlihat dari meningkatnya open interest (OI) Ethereum hingga mencapai 13,43 juta ETH.
Lonjakan tersebut menandai level tertinggi sejak akhir Januari dan mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar untuk kembali membuka posisi pada aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut.
Open Interest Ethereum Naik Tajam
Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa open interest aset kripto Ethereum telah meningkat sekitar 1,2 juta ETH sejak 19 Februari. Peningkatan tersebut terjadi dalam waktu dua pekan terakhir, menandakan bahwa investor kembali aktif membangun posisi di pasar derivatif.
Open interest sendiri merupakan indikator yang menggambarkan total nilai kontrak derivatif yang masih terbuka atau belum diselesaikan. Kenaikan OI biasanya menandakan adanya aliran modal baru ke pasar, bukan sekadar penutupan posisi lama.
Dalam 24 jam terakhir, pasar Ethereum juga mencatat likuidasi senilai sekitar US$152 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar US$129 juta berasal dari likuidasi posisi short, yang memperlihatkan bahwa banyak trader yang sebelumnya bertaruh pada penurunan harga akhirnya dipaksa menutup posisi mereka ketika harga naik.
baca juga :
Meski demikian, tingkat pendanaan (funding rate) di pasar derivatif masih bergerak antara positif dan negatif. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar masih bersikap hati-hati dan belum sepenuhnya yakin terhadap arah tren berikutnya.
Harga Ethereum : Sentimen Pasar Membaik karena Faktor Geopolitik
Penguatan Ethereum juga terjadi di tengah membaiknya sentimen pasar global setelah laporan dari The New York Times menyebut adanya komunikasi tidak langsung antara operatif dari Kementerian Intelijen Iran dengan agen intelijen Amerika Serikat terkait potensi gencatan senjata.

Kabar tersebut membantu meredakan sebagian kekhawatiran pasar mengenai eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, sehingga mendorong pemulihan di berbagai aset berisiko, termasuk kripto.
Namun, dari sisi on-chain, Ethereum saat ini mulai mendekati rata-rata biaya kepemilikan investor atau realized price di sekitar US$2.300. Secara historis, level ini sering menjadi titik distribusi jangka pendek karena sebagian investor memilih menjual aset mereka setelah kembali ke titik impas.
Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, area ini berpotensi berubah menjadi support penting bagi tren kenaikan berikutnya.
Analisis Teknikal: ETH Mengincar EMA 50-Hari
Secara teknikal, Ethereum saat ini diperdagangkan di sekitar US$2.150. Pergerakan ini menunjukkan perubahan bias jangka pendek menjadi lebih bullish setelah harga mampu bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 20-hari.
EMA 20-hari yang sebelumnya datar kini mulai menunjukkan kemiringan ke atas, menandakan bahwa fase koreksi berpotensi berubah menjadi pemulihan awal. Namun, tren penurunan jangka menengah masih membayangi karena harga masih berada di bawah EMA 50-hari yang saat ini berada di sekitar US$2.298.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 53, sedikit di atas area netral. Hal ini mengonfirmasi bahwa momentum kenaikan mulai membaik setelah sebelumnya berada di wilayah jenuh jual dalam beberapa minggu terakhir.
Sementara itu, Stochastic Oscillator telah mendekati area overbought di sekitar level 91, yang mengindikasikan bahwa harga bisa mengalami tekanan koreksi jangka pendek apabila terjadi aksi ambil untung.
Level Support dan Resistance Penting

Dalam jangka pendek, level US$2.108 menjadi support terdekat bagi Ethereum. Area ini juga berdekatan dengan EMA 20-hari yang saat ini mulai mengarah naik.
Jika harga turun menembus level tersebut, ETH berpotensi menguji support berikutnya di sekitar US$1.741 sebelum menuju US$1.524.
Di sisi atas, resistance awal berada di sekitar US$2.390 yang berdekatan dengan area tepat di bawah EMA 50-hari. Level ini menjadi hambatan penting pertama bagi upaya pemulihan harga.
Apabila tekanan beli terus meningkat dan resistance tersebut berhasil ditembus, Ethereum berpeluang melanjutkan kenaikan menuju US$2.746 dan bahkan US$3.411 dalam skenario bullish yang lebih kuat.
Secara keseluruhan, selama Ethereum mampu bertahan di atas US$2.108, bias bullish jangka pendek masih tetap terjaga. Namun penutupan harian di bawah level tersebut berpotensi melemahkan struktur pemulihan dan membuka peluang koreksi lebih dalam.





