25.6 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

Pro Perkembangan UMKM, Pemerintah Tambah Porsi Kredit dengan Target Rp1.800 Triliun 

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan porsi kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap perbankan ditarget 30 persen atau setara Rp1.800 triliun pada tahun 2024.

“Ini menjadi arah Presiden agar program kredit usaha rakyat (KUR) berperan meningkatkan akses pembiayaan terhadap UMKM,” kata dia saat menjadi pembicara utama dalam kuliah umum dan kajian buku pembiayaan UMKM di Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat, dikutip dari Antara.

Hadir secara daring, Airlangga mengakui saat ini angka kredit UMKM masih rendah di kisaran 18 persen.

Pembiayaan yang terbatas ini berpotensi menghambat penciptaan usaha baru dan pembukaan lapangan kerja.

Padahal pemerintah ingin terus mengembangkan KUR agar dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas.

Untuk itulah, saat ini subsidi KUR 3 persen diperpanjang pemerintah sampai Desember 2022 dengan plafon KUR 2022 sebesar Rp373,17 triliun atau meningkat 30 persen dari tahun 2021.

Berbagai kebijakan insentif, fiskal dan perlindungan sosial bagi keberpihakan terhadap usaha mikro kecil dan menengah juga dilakukan.

Pemerintah mengintegrasikan Kartu Prakerja dan KUR untuk pekerja terkena PHK, ibu rumah tangga termasuk petani dan nelayan dengan skema KUR super mikro di bawah Rp10 juta.

“Kami ingin pihak kampus turut berkontribusi melakukan monitoring, evaluasi serta mengetahui kebijakan di sektor UMKM ini agar pemerintah mendapatkan masukan terbaik demi kebangkitan ekonomi di masa pandemi,” kata Airlangga.

Pemerintah saat ini berupaya menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan terus melakukan pengembangan terhadap gerak maju sektor UMKM.

Salah satu strateginya dengan memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM dan mendesiminasikan pembiayaan secara luas untuk mendukung pengembangan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Airlangga menyebut pelaku UMKM merupakan mesin penting yang berkontribusi terhadap Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 61 persen. Kemudian penyerapan tenaga kerja 97 persen dari total tenaga kerja nasional.

UMKM juga mendominasi investasi dan ekspor hingga 60 persen dari total investasi nasional dan 16 persen dari ekspor non migas.

Sementara hadir secara langsung di General Building ULM Kampung Banjarmasin untuk pengantar diskusi Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Ekonomi Dr Iskandar Simorangkir.

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE