30.9 C
Jakarta
Senin, 28 September, 2020

Raiz Invest Indonesia, Platform Investasi Reksadana yang Cocok Untuk Pemula

DuniaFintech.com – Raiz Invest (PT Raiz Invest Indonesia) merupakan sebuah startup asal Singapura yang telah merambah pasar Indonesia ini menjadi platform investasi reksadana yang cocok untuk pemula. Hal tersebut dapat dilihat dari kematangan perusahaan ini dalam menghadirkan layanan dengan menawarkan produk reksa dana yang disesuaikan dengan profil risiko investor. Sedangkan dari segi UI/UX, produk, dan opsi pembayaran yang disediakan dan disusun sesuai dengan ekspektasi investor pemula.

Raiz Invest Indonesia memiliki tiga portofolio produk yakni konservatif, moderat dan agresif. Dengan pilihan yang tersedia reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, dan saham yang dikelola oleh Avrist Asset Management. Ke depannya, Raiz akan menambah jenis reksa dana lainnya seperti syariah dan dana abadi (endowment fund).

Untuk portofolio konservatif, Raiz Invest menawarkan produk reksa dana pasar uang yang underlying asset cenderung ke deposito bank. Sementara itu, pada porotfolio level moderat, produk yang ditawarkan Raiz Invest adalah reksa dana pendapatan tetap dengan aset dasar obligasi pemerintah dan korporasi BUMN. Sedangkan pada profil risiko agrefif terdapat reksa dana saham yang mengacu kepada saham di indeks LQ45.

Dengan tiga kategori tersebut, perusahaan cenderung lebih mudah mengedukasi investornya dengan pemahaman yang lebih baik. Sebab selama ini, masih ada investor reksa dana saham yang mengeluh apabila performa reksa dananya anjlok, tanpa mengerti kinerja tersebut mengikuti laju IHSG yang terkoreksi. Selanjutnya, Raiz Invest mempertimbangkan untuk menambah produk reksa dana syariah, khususnya dengan kelas aset pendapatan tetap dan pasar uang. Perusahaan berencana menggandeng PT Manulife Aset Manajemen Indonesia untuk berkolaborasi dalam produk baru.

Baca juga :

Fitur menariknya adalah Raiz Invest menawarkan solusi mudah berinvestasi dengan uang receh. Lewat fitur yang terdapat dalam aplikasinya yakni fitur Round-up, Anda dapat berinvestasi pada produk reksa dana dengan uang receh yang terkumpul dari selisih nilai transaksi di bank atau uang elektronik yang terhubung dengan aplikasi.

Setiap kali Anda berbelanja dengan kartu debit atau uang elektronik tersebut, Raiz akan melakukan pembulatan ke atas terhadap setiap transaksi ke kelipatan Rp 5.000 terdekat. Sedangkan saat pembulatan yang terkumpul mencapai Rp10.000, maka dana tersebut otomatis diinvestasikan ke produk reksa dana yang dipilih sebelumnya.

Pihak Raiz Invest menegaskan bahwa perusahaan sengaja tidak sediakan banyak produk reksa dana dari berbagai Manajer Investasi (MI). Sehingga dengan nominal kecil, investor bisa learning by doing, langsung masuk ke pasar modal dan merasakan sendiri pengalaman berinvestasi.

Menurut  CEO Raiz Invest Melinda N, pemilihan manajer investasi tidak bisa sembarang. Karena ekspektasinya harus sesuai dengan apa yang ada di benak investor pemula, maka produk reksa dana yang disediakan harus pas. Ambil contoh, reksa dana tersebut portofolio penempatannya harus dikelola secara pasif. Bila reksa dana pendapatan tetap, maka produk ini 100% ada di obligasi yang ditaruh di surat hutang milik pemerintah. Alhasil kinerja dari produk ini tercermin secara pasti dan bisa dibandingkan dengan produk deposito yang diterbitkan bank.

“Produk yang kami pilih biasanya tidak pernah masuk 10 besar dari top reksa dana dengan kinerja terbaik. Begitu juga buat reksa dana saham, harus 100% di saham LQ45 semua jadi investor bisa langsung belajar,” ungkap melinda

Ekosistem pembayaran di Raiz Invest dibuat sengaja dibuat tertutup untuk meminimalkan beban biaya yang harus dibayarkan pengguna, mengingat minimal investasi di Raiz hanya Rp10 ribu. Perusahaan baru bekerja sama dengan CIMB Niaga untuk gerbang pembayarannya.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ant Group Milik Jack Ma Naikkan Target IPO Jadi US$ 35 Miliar

DuniaFintech.com – Perusahaan afilisiasi Alibaba milik Jack Ma, Ant Group dikabarkan segera melantai di bursa efek (IPO) dan membidik dana segar US$35...

Seberapa Penting Pemanfaatan Teknologi di Bidang Asuransi? Simak!

DuniaFintech.com - Kemajuan dan digitalisasi melalui teknologi dinilai mampu mengubah sektor industri asuransi. Setidaknya hal itulah yang dikatakan oleh Presiden Direktur Mandiri...

Targetkan Milenial, MCAS Bersama Telkomsel Luncurkan DigiSaham Berbasis Whatsapp

Duniafintech.com - PT M Cash Integrasi Tbk, perusahaan distribusi digital  di Indonesia, MCAS mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi saham real-time berbasis WhatsApp...

Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Warga Indonesia Saat Pandemi

Duniafintech.com - Pada periode Agustus 2020, aplikasi selain non-game, TikTok paling banyak diunduh warga Indonesia. Data yang dirilis Sensor Tower menunjukkan jumlah...

Aplikasi Cicilan Tanpa Kartu Kredit ini Memudahkan Anda Dalam Bertransaksi Online, Ini Pilihannya

Duniafintech.com - Cicilan tanpa kartu kredit adalah salah satu produk Fintech yang popular saat ini. Hadirnya fintech dengan aplikasi kredit online yang...
LANGUAGE