25.6 C
Jakarta
Senin, 27 Juni, 2022

Risiko Bisnis Rental Mobil dan Cara Meminimalisirnya

JAKARTA, duniafintech.com – Risiko bisnis rental mobil berikut ini sangat penting diketahui oleh kamu yang kebetulan membuka usaha rental mobil.

Seperti diketahui, usaha rental mobil memang masih menjadi salah satu usaha yang banyak diminati sebab memberikan keuntungan yang lumayan. Akan tetapi, sebelum membuka bisnis ini, kamu juga harus tahu apa saja risikonya.

Nah, untuk mengetahuinya, simak ulasan di bawah ini ya!

Keuntungan Bisnis Rental Mobil

Adapun sebelum memulai bisnis, penting untuk mengetahui untung dan rugi yang akan diperoleh saat menjalankan bisnis ini. Nantinya, hal ini akan memudahkan kamu untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi, besaran modal, dan cara menjalankan bisnis dengan baik dan tentunya memperoleh banyak keuntungan. 

Berikut ini beberapa keuntungan yang diperoleh dari usaha rental mobil.

  1. Minim modal

Ada banyak orang yang mungkin berpikir bahwa usaha rental mobil perlu modal yang banyak. Tentunya, hal itu tidak terlepas dari barang utama yang dipakai, yakni mobil.  Namun, kamu tidak perlu khawatir sebab nyatanya membuka usaha rental mobil hanya memerlukan modal yang sedikit, bahkan bisa tanpa modal!

Baca juga:  Cari Mobil Diesel Terbaik? Inilah Rekomendasi dan Harganya

Setidaknya, ada dua tips yang memperlihatkan betapa minimnya modal usaha rental mobil.  Pertama, kamu bisa bekerja sama dengan penyewa rental kendaraan lainnya. Kamu bisa bermitra dan membuat kontrak kerja atau bagi hasil dengan mereka. 

Sistemnya, tentunya kamu akan mencari orang yang akan menyewa mobil dan menghubungkannya dengan rental kendaraan mitra kamu. Tentu saja, hal itu tidak memerlukan modal yang cukup banyak sebab hanya dibutuhkan koneksi dan tanggung jawab dari kamu maupun mitra rental kendaraan dalam menjalankan kontrak yang sudah dibuat.

Kedua, kamu dapat memakai layanan kredit mobil. Sekalipun cara ini sama saja dengan kamu mencicil membeli mobil, tetapi biaya yang dikeluarkan lebih murah dengan uang muka yang kurang dari belasan juta. 

Nah, setelah memperoleh satu unit mobil, kamu bisa menyewakan mobil itu untuk membuka rental mobil. Lantas, tentukankanlah harga sewa sesuai dengan kebutuhan untuk memperoleh keuntungan dari hasil rental dan membayar cicilan kreditnya. Perlahan, tetapi pasti, kamu tanpa sadar bisa mempunyai mobil dan usaha yang berjalan dengan lancar.

  1. Target pasar yang luas

Seperti diketahui, rental mobil memang cukup akrab dengan wisatawan yang ingin pergi liburan, tetapi sebenarnya target pasar rental mobil lebih luas dari itu. Beberapa layanan penyedia rental mobil yang berpengalaman pun mempunyai penyewa yang bukan dari kalangan wisatawan.

Baca jugaTanpa Ngutang, Begini Cara Beli Mobil Cash dengan Mudah

Pasalnya, biasanya, masyarakat yang juga menggunakan jasa rental mobil adalah perusahaan yang membutuhkan kendaraan untuk kegiatan dinas. Daripada harus terus membayar angkutan umum seperti taksi, tentunya menggunakan rental mobil untuk mobilitas selama di luar kota akan lebih efektif. 

Di samping itu, pengguna jasa rental mobil juga ada yang berstatus klien dari kota lain yang memiliki event di kota tempat tinggalmu dan membutuhkan rental mobil.

  1. Omzet yang menggiurkan

Tentunya, meraih keuntungan tidak jauh dari kisaran omzet yang diperoleh. Melalui beberapa laman di internet, usaha rental mobil diketahui akan memberikan omzet yang menggiurkan.  Omzet ini adalah penghasilan bersih yang akan diperoleh untuk setiap mobil yang disewakan. 

Misalnya, kalau kamu menyewakan sebuah mobil, baik mobil sendiri maupun mobil hasil dari mitra, untung bersih yang akan kamu dapat di kisaran Rp3 juta ke atas. Belum lagi, itungan ini barulah asumsi dan perkiraan.

Pasalnya, boleh jadi kisaran harganya akan lebih tinggi dari ekspektasi kamu saat nantinya berhasil menerapkan strategi bisnis yang menjanjikan sesuai dengan target audiens.

  1. Cukup mudah dikelola

Menariknya usaha rental mobil ini untuk dicoba karena bisnis ini cukup mudah untuk dikelola. Kamu pun bisa menerapkan bisnis ini secara pribadi atau mengandalkan kemitraan atau kerja sama dengan pihak lain. 

Kendati tampak mudah, tetapi kamu juga perlu hati-hari, khususnya dengan orang yang bekerja sama dengan kamu dan calon konsumen. Pasalnya, saat ini, ada banyak penipuan identitas yang meresahkan sehingga kamu perlu lebih teliti dan hati-hati. 

Misalnya, meminta calon konsumen membawa bukti identitas KTP asli, fotokopi SIM A, hingga bukti perjanjian yang berisi aturan selama menggunakan kendaraan. Hal itu akan membantu ketika terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Risiko Bisnis Rental Mobil

Risiko Bisnis Rental Mobil

Di samping keuntungan, setiap usaha tentu saja punya tingkat risiko yang berbeda-beda.  Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan serta dalam rangka menjalankan strategi bisnis yang tepat, kamu perlu mengetahui berbagai risiko yang mungkin terjadi ketika membuka usaha rental mobil. 

Inilah beberapa di antaranya.

  1. Penipuan dan pencurian mobil oleh penyewa

Risiko yang cukup riskan dalam bisnis adalah penipuan dan pencurian mobil yang dilakukan oleh penyewa. Nah, untuk meminimalisir kejadian tersebut, kamu perlu mempersiapkan beberapa hal, misalnya menggunakan alat pelacak pada mobil yang akan disewakan.

  1. Mobil mengalami kerusakan ketika disewa

Risiko lainnya adalah kemungkinan terjadinya kerusakan lantaran digunakan oleh banyak orang yang berbeda. Lantas, bagaimana jika mobil mengalami kerusakan ketika disewa?

Meski tidak bisa dimungkiri, kerusakan yang terjadi bisa saja memang kelalaian dari penyewa atau memang mobil memang tidak siap dipakai, tetapi masih tetap digunakan. 

Untuk mengatasi risiko itu, kamu wajib untuk mendaftarkan asuransi kendaraan untuk melindungi mobil yang disewakan. Tentunya, hal itu akan bermanfaat dengan melakukan proses klaim ke pihak asuransi.

  1. Mobil digunakan lebih lama daripada waktu perjanjian tanpa pemberitahuan

Mungkin saja akan terjadi macet atau kejadian tidak menentu yang membuat waktu perjanjian sewa jadi lebih lama dari yang dijanjikan. 

Untuk meminimalisir kondisi itu, kamu perlu mengetatkan perjanjian awal sewa dan mematok tarif tertentu saat penyewa melewati batas waktu yang telah ditentukan. 

Dengan demikian, saat terjadi hal seperti itu, kamu bisa mengklaim dengan menyertakan surat perjanjian yang telah ditandatangani oleh penyewa.

  1. Mobil kurang terjaga kebersihannya

Penyedia jasa rental mobil sering juga mengalami masalah “sepele” ini, yaitu soal kebersihan mobil. Nah, sebelum kamu menyerahkan kunci mobil kepada penyewa, kamu wajib memberikan arahan ke mereka untuk menjaga kebersihan selama menyewa mobil.

Baca juga4 Risiko Kerugian Membeli Mobil Cash yang Wajib Dipahami

Di samping itu, terapkan pula sistem timbal balik, misalnya mobil disewa dalam keadaan bersih dan saat dikembalikan pun mesti dalam kondisi bersih.

  1. Penyewa tidak membayar biaya sewa

Meski ini jarang terjadi, tetapi pada beberapa kasus risiko bisnis rental mobil yang satu ini mungkin biasa terjadi saat kamu kurang berhati-hati. Untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan ini, kamu bisa menerapkan aturan pembayaran uang muka sewa, menggunakan surat kontrak perjanjian yang detail dengan materai supaya sifatnya formal.

  1. Persaingan yang kompetitif

Mengingat bisnis ini cukup banyak digeluti, tentu saja persaingannya juga semakin kompetitif. Baik kota besar maupun kecil, bisnis ini cukup banyak pesaingnya. 

Namun, kamu tidak perlu khawatir sebab hal itu bisa teratasi dan bisnismu akan tetap berjalan lancar saat kamu menerapkan cara promosi dan strategi usaha yang tepat.

Cara Efektif Meminimalisir Resiko Bisnis Rental Mobil

  1. Menilai calon penyewa secara obyektif

Adapun sebelum melakukan transaksi, kamu dapat menilai calon penyewa mobil dengan objektif. Terkait itu, kamu bisa memperhatikan dari cara dia bersikap hingga tutur katanya. Untuk lebih lanjut, kamu juga bisa bertanya soal tujuan penyewa menggunakan jasa rental mobil kamu. 

Dengan demikian, kamu dapat menilai apakah orang itu benar-benar konsumen atau orang yang memiliki risiko untuk melakukan kejahatan terhadap barang sewaan yang kamu miliki.

  1. Memperketat persyaratan sewa

Seperti disinggung tadi, sebagai upaya meminimalisir risiko bisnis rental mobil, kamu juga bisa memperketat aturan sewa, misalnya dengan menyerahkan KTP atau KK. Dari situ, kamu dapat melihat apakah calon konsumen serius ingin menggunakan jasa rental mobil atau hanyalah oknum. 

Kalau ada penyewa yang kurang setuju dengan syarat yang kamu ajukan maka boleh jadi orang itu terindikasi sebagai penipu. Nah, kamu pun perlu berhati-hati dan jangan takut kehilangan pelanggan ketimbang malah kehilangan mobil sewaan.

  1. Administrasi yang teratur

Sekalipun tampak seperti bisnis sederhana, tetapi administrasi tetap menjadi hal yang cukup penting. Kalau perlu, kamu juga bisa menyiapkan SDM yang kompeten untuk melakukan pencatatan administrasi supaya tetap teratur. 

Adapun administrasi yang dimaksud ini akan membuat semua hal, seperti mobil sewa, daftar penyewa, dan tagihan, bakal terkontrol dengan baik.

  1. Memasang alat pelacak pada mobil rental

Sudah disinggung juga tadi, kamu pun bisa menggunakan GPS Tracker untuk memantau mobil dan aset rental kamu ada di mana. 

Dengan menggunakan alat ini, kamu jadi lebih mudah dan cepat bergerak saat terjadi indikasi pencurian mobil.

  1. Menggunakan asuransi untuk menutup risiko kerusakan

Asuransi penting untuk menutupi resiko yang mungkin terjadi pada mobil sewaan. Oleh sebab itu, kamu perlu mendaftarkan mobil pada asuransi yang terbaik.

Demikianlah ulasan mengenai risiko bisnis rental mobil yang perlu diketahui. Jangan pernah takut untuk memulai bisnis ini sebab kamu bisa menerapkan tips di atas agar tidak menjadi korban oknum penipu.

 

 

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Admin: Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE