26.7 C
Jakarta
Sabtu, 20 Agustus, 2022

Dari Industri Ekraf, Sandiaga Uno Targetkan 4,4 Juta Lapangan Kerja 

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan bahwa pihaknya menargetkan 4,4 juta lapangan pekerjaan dari industri ekonomi kreatif (ekraf) pada 2024 mendatang.

“Tahun ini kita menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru, dan pada 2024 sampai 4,4 juta lapangan kerja,” kata Sandiaga Uno, dikutip dari Antara, Kamis (4/8/2022). 

Sandiaga menyampaikan dalam upaya menciptakan lapangan kerja, maka pelaku ekonomi kreatif harus mengedepankan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Terutama yang diunggulkan seperti produk kriya, kuliner dan fashion.

Baca juga: Pemuda Adalah Aset Bangsa, Sandiaga Uno Ajak Bantu Ciptakan Lapangan Kerja

Kemudian, juga harus membentuk digital marketing sebagai terobosan baru agar penjualan produknya bisa meningkat lagi.

Dia menuturkan saat ini bahan pokok di Indonesia semua naik, karena itu semua sektor harus bergandengan tangan, dan ekonomi kreatif menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi.

“Kita ingin produk UMKM ini harus masuk dalam ekonomi digital, maka dengan itu saya yakin bahwa pada 2024 4,4 juta lapangan kerja tercipta,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan beberapa masalah pelaku ekonomi kreatif seperti pengurusan izin hingga bantuan sarana prasarana itu akan terus difasilitasi sehingga bisa lebih mudah untuk memasarkannya.

Baca juga: Agar Maju dan Sukses, Sandiaga Uno Dorong Santri Masuk ke Ekosistem Digital

Kemudian, untuk pemasaran bisa melalui gerakan nasional bangga buatan Indonesia dengan memasukkan ke platform e-commerce. Serta akan memfasilitasi pelatihan serta pendampingan lainnya.

“Ini perlu agar para UMKM bisa masuk dalam ekosistem ekonomi digital dan menjual produknya di skala nasional. Untuk lapangan kerja, pelaku ekonomi kreatif ujung tombaknya,” katanya.

Sandi menambahkan, untuk meraih kesuksesan pelaku ekonomi kreatif harus bekerja dengan empat prinsip yaitu kerja keras, kerja cerdas dengan melek teknologi dan digitalisasi.

Selanjutnya harus kerja tuntas jangan pernah berhenti dan putus asa, bekerja sampai selesai, dan terakhir harus bekerja secara ikhlas,” ungkap dia.

Baca jugaTentang Jenis, Cara Kerja, hingga Contoh Pinjaman Syariah yang Wajib Diketahui

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Koisan, Game NFT Indonesia yang Pantas Diperhitungkan

JAKARTA, duniafintech.com - Game NFT Koisan yang merupakan produk asli dalam negeri telah hadir meramaikan jagat industri non-fungible token.  Dalam perkembangan teknologi NFT yang kian...

Luhut: Presiden Akan Umumkan Kenaikan Harga BBM Subsidi

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi jenis...

Bahaya! Kejahatan Siber Serang Akses Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh pihak untuk mewaspadai adanya risiko keamanan terhadap kejahatan siber di era keuangan digital ditengah...

Cara Erick Thohir Stabilkan Harga Tiket Pesawat

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara intens berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi terkait upaya pemerintah...

Mendag Targetkan Satu Juta UMKM Gunakan Digitalisasi di Tahun 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Perdagangan menargetkan penerapan digitalisasi di 1000 pasar rakyat dan 1.000.000 UMKM di seluruh Indonesia pada tahun 2022. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan...
LANGUAGE