31 C
Jakarta
Sabtu, 20 Agustus, 2022

Sri Mulyani Paparkan Dukungan Pemerintah ke Ekonomi Digital, Apa Saja Itu?

DuniaFintech.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan berbagai langkah yang diambil pemerintah dalam mendukung industri ekonomi digital. Hal ini disampaikannya pada gelaran Fintech Summit 2020 yang diadakan pada Rabu (11/11).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan terdapat pemberian bantuan sosial yang kini dilakukan dengan transfer ke akun bank tiap keluarga hingga stimulus berupa insentif perpajakan. Ia pun menyontohkan program perlindungan sosial yang masuk dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sebanyak 10 juta kelompok penerima Program Keluarga Harapan (PKH) mendapatkan manfaat melalui akun bank. Dalam arti kata lain, terdapat transaksi digital pada penerima program.

Selanjutnya, pemerintah memberikan insentif perpajakan sebanyak 0,5% untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang untuk sementara ditanggung pemerintah (DTP). Insentif ini didapatkan setelah mereka melakukan pembukuan laporan keuangan berbasis digital.

“Jadi, berbagai insentif perpajakan kita berikan supaya tidak hanya meningkatkan potensi, juga merealisasikan potensi ekonomi digital di Indonesia,”

Baca juga:

Sri Mulyani Sebut Pemerintah Dorong Peran Ekonomi Digital di Masa Pandemi

Sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan berbagai penanganan keuangan yang merangkul pelaku ekonomi digital di masa pandemi COVID-19. Salah satunya program kuota internet gratis untuk pelajar dan tenaga pengajar. Program subsidi ditujukan agar mereka dapat melakukan aktivitas pembelajaran daring secara optimal di tengah pembatasan aktivitas sosial.

Sri mencatat, dalam program PEN, pemerintah memberikan subsidi kuota internet kepada 51 juta siswa, 9,96 juta murid pesantren dan madrasah hingga 5,3 juta mahasiswa. Selain itu, 1,12 juta mahasiswa di lingkungan Kementerian Agama juga masuk dalam penerima bantuan.

“Ini adalah bagian dari program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi yang bisa menjadi opportunity pengembangan ekonomi digital,” 

Namun, saat ini, ia mengakui pengembangan ekonomi digital masih menghadapi tantangan. Salah satunya keterbatasan infrastruktur yang ditingkatkan. Hal ini tergambarkan dari data yang menunjukkan, 12 ribu desa belum terkoneksi internet.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Harga BBM Pertalite Akan Naik, Dampaknya Mengerikan!

JAKARTA, duniafintech.com – Harga BBM Pertalite dan solar yang merupakan bahan bakar subsidi pemerintah akan dinaikkan pada minggu depan. Hal itu dilakukan karena subsidi yang...

Rekomended! Ini Aplikasi Faucet Bitcoin yang Terpercaya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Pemain industri kripto tentu gak asing lagi dengan istilah faucet. Ada rekomendasi aplikasi faucet Bitcoin terpercaya dan bisa dicoba.  Faucet kripto atau...

Project NFT Asal Indonesia Terpopuler, Bukan Cuma Ghozali Lho!

JAKARTA, duniafintech.com - Masih ingat dengan Ghozali? Karyanya merupakan salah satu project NFT asal Indonesia yang populer dan mendunia.  Tapi siapa sangka, bukan cuma Ghozali...

Mengenal Koisan, Game NFT Indonesia yang Pantas Diperhitungkan

JAKARTA, duniafintech.com - Game NFT Koisan yang merupakan produk asli dalam negeri telah hadir meramaikan jagat industri non-fungible token.  Dalam perkembangan teknologi NFT yang kian...

Luhut: Presiden Akan Umumkan Kenaikan Harga BBM Subsidi

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi jenis...
LANGUAGE