25.6 C
Jakarta
Rabu, 18 Mei, 2022

Sukses di Jabodetabek, Startup Warteg Wahyoo Bidik Pasar Bandung dan Bali

Startup yang bergerak di bidang pelayanan bagi pengusaha warung makan, Wahyoo, sukses menggandeng mitra Warung Tegal (Warteg) di Jabodetabek. Untuk itu, kesuksesan yang sana ingin dikembangkan hingga ke Bandung dan Bali akhir tahun ini.

CEO Wahyoo Peter Shearer mengungkapkan, setelah melewati masa pandemi 2020-2021 yang berat, Wahyoo kini bersiap untuk memasuki fase-fase baru, khususnya di era new-normal sejalan dengan semakin membaiknya situasi pandemi.

Dia menjelaskan, lewat pengalaman, kemampuan, serta infrastruktur yang dibangun selama empat tahun belakangan, pihaknya ingin Wahyoo mampu melebarkan sayap ke kota-kota lain baik Pulau Jawa maupun di luar Jawa.

“Khususnya Bali demi memberi dampak yang lebih luas lagi bagi masyarakat. Akhir tahun ini kami ingin bisa hadir di Bandung dan Bali. Kami ingin warung makan naik kelas,” katanya dikutip, Rabu (3/11).

Mendorong Usaha Warung Makan Naik Kelas

Peter menuturkan, setelah empat tahun berdiri, Wahyoo kini telah bertransformasi menjadi layanan terpadu yang mendukung pertumbuhan usaha pemilik warung makan atau warteg.

Layanan yang disediakan platform ini meliputi kemudahan berbelanja lewat ponsel, layanan teknologi pendukung, pelatihan wirausaha, hingga kegiatan komunitas.

“Tak heran ada yang menyebut Wahyoo sebagai digital social enterprise dengan fokus membantu warung makan naik kelas,” ujarnya.

Mitra Wahyoo pun kian berkembang sebagai bukti respons pasar yang baik. Berawal dari ratusan dan ribuan warung makan, kini Wahyoo telah memiliki sekitar 17 ribu mitra yang bergabung di Jabodetabek.

Empat Strategi Wahyoo Tingkatkan Skala Bisnisnya

Perkembangan Wahyoo yang pesat, tak bisa dilepaskan dari empat strategi yang dikembangkannya.

1. Ekspansi Bisnis

Ekspansi layanan yang agresif membuat bisnis Wahyoo bertumbuh kencang. Awal tahun 2020, misalnya, mereka mengakuisisi platform direktori toko daring Alamat.com.

Situs ini menawarkan solusi digital guna membantu UMKM mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan data konsumen.

2. Kolaborasi

Untuk memasok kebutuhan konsumennya, Wahyoo menggandeng PaketKu, sebuah perusahaan express delivery berbasis teknologi yang mengedepankan layanan tepat waktu dengan tarif kompetitif untuk pengiriman baik antar kota maupun antar provinsi.

3. Inovasi

Selain itu, untuk meningkatkan keragaman produk yang dijajakan para mitra, Wahyoo pun membuat unit bisnis Bikin Tajir Group yang melahirkan produk private label guna dipasarkan para mitra Wahyoo, seperti Ayam Goreng Bikin Tajir (AGBT) dan Bebek Goreng Bikin Tajir (BGBT).

AGBT sudah memiliki sekitar 350 outlet dan BGBT sudah memiliki lebih dari 100 outlet yang tersebar di Jabodetabek. Memiliki private label produk menjadi strategi Wahyoo agar para mitra bisa meraup pendapatan lebih banyak lewat menu baru yang belum pernah disajikan sebelumnya.

4. Edukasi dan Literasi

Tidak cukup hanya menyajikan teknologi untuk proses bisnis dan inovasi produk, Wahyoo juga melakukan edukasi fitur-fitur finansial agar pengelolaan cashflow warung menjadi lebih baik lagi.

Warteg yang sudah bergabung dengan Wahyoo juga akan mendapatkan P3K atau pelatihan, pembimbingan, pendapatan dan kemudahan. Bahkan dibuat Wahyoo Academy untuk meningkatkan capacity dan capability para mitranya.

 

Penulis: Nanda Aria

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Lin Che Wei Punya Jabatan Strategis di Kementrian, Tersangka Baru Mafia Minyak Goreng

JAKARTA, duniafintech.com - Lin Che Wei seorang pengusaha, resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor Minyak...

Bundamedik Catat Pendapatan Terkonsolidasi Sebesar Rp1,71 Triliun di 2021

JAKARTA, duniafintech.com - PT Bundamedik Tbk (BMHS) mengumumkan sepanjang 2021 mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan terkonsolidasi sebesar 49% menjadi Rp 1,711 triliun dari pendapatan di...

Surplus Neraca Perdagangan April US$7,56 Miliar, BPS: Tertinggi Sepanjang Sejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan barang Indonesia pada bulan April 2022 kembali mengalami surplus, yaitu sebesar US$7,56 miliar. Menurut...

Jadi Tujuan Mudik dan Wisata, Uang Berputar di Yogyakarta Capai Rp2 Triliun/Hari

JAKARTA, duniafintech.com - Salah satu daerah yang menjadi tujuan pemudik sekaligus wisata adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama libur Lebaran 2022 ini, daerah ini...

Imbas Mudik Lebaran, Okupansi Hotel Meningkat 70%, Sektor Usaha Bangkit

JAKARTA, duniafintech.com - Wakil Kepala Badan Moneter Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Aviliani mengapresiasi pemerintah yang telah berani memutuskan mengizinkan masyarakat untuk melakukan...
LANGUAGE