25.9 C
Jakarta
Kamis, 22 Oktober, 2020

Syarat dan Ketentuan Pinjaman Dana Syariah. Ini yang Harus Disiapkan

DuniaFintech.com – Pinjaman online berbasis syariah memang tengah tumbuh pesat seiring dengan meningkatnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan produk keuangan yang tidak mengandung unsur riba. Lalu bagaimana syarat dan ketentuan pinjaman dana syariah tersebut?

Untuk pinjaman dana syariah sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang jauh dengan pinjaman dana konvesional. Hanya saja dalam prakteknya, sistem pinjaman dana syariah mengikuti ketentuan dan syariat agama Islam. Sehingga instrumen investasi yang satu ini cocok bagi Anda yang ingin terhindar dari riba atau sejenisnya.

Tidak ada istilah bunga dalam produk peer to peer lending syariah ini. Semua operasionalnya menggunakan akad yang ada dalam Islam dan sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Baik dari sisi investor maupun peminjam modal.

Baca juga:

Syarat dan ketentuan pinjaman dana syariah secara umum:

1. Dokumen Pribadi (DP) dan Dokumen Aset (DA) yang perlu disiapkan

– (DP) Dokumen identitas pribadi seperti fotocopy KTP, KK atau Akta Nikah.

– (DP) Dokumen domisili seperti PBB atau Sertifikat Rumah, Surat Sewa (apabila kontrak rumah).

– (DP) Dokumen pekerjaan / penghasilan seperti slip gaji, laporan Keuangan atau Salinan tabungan.

– (DA) Dokumen kepemilikan jaminan seperti BPKB (jaminan kendaraan), SHM (jaminan rumah) dan SIUP/SKU (jaminan Usaha)

2. Informasi tambahan

–  Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia calon nasabah antara 21 – 65 tahun (sudah menikah atau memiliki penghasilan)

– Pernyataan persetujuan pasangan (suami / istri) bagi yang sudah menikah

– Pernyataan persetujuan orang tua (sebagai penjamin) bagi yang belum menikah dan asset (jaminan) masih atas nama orang tua.

– Menentukan tujuan pembiayaan seperti pengembangan usaha atau memenuhi kebutuhan konsumtif (renovasi rumah, liburan, biaya sekolah, dan lain sebagainya).

3. Kondisi yang masih dapat dipertimbangan untuk pengajuan pinjaman:

– Pajak Kendaraan yang tertunggak (mati)

– Kepemilikan aset belum atas nama sendiri / aset masih atas nama orang lain

– Kepemilikan NPWP (untuk pinjaman yang lebih dari Rp 50 juta )

Perlu diketahui syarat dan ketentuan pinjaman dana syariah bagi peminjam di atas memang tidak mutlak sama pada setiap perusahaan, karena tergantung dari kebijakan perusahaan yang menawarkan pinjaman.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Parkir Next Normal, DANA dan Parkee Beri Sistem Non-tunai & Nirsentuh

DuniaFintech.com - Penyelenggara sistem pembayaran elektronik, DANA bersama Parkee menggagas sistem parkir yang bersifat seamless tanpa menggunakan kontak fisik serta berbasis transaksi...

Pengertian Wasiat, Hibah dan Hadiah; Pahami Distribusi Kekayaan Anda

DuniaFintech.com - Mendengar kata wasiat, pernahkah terbesit di benak Anda, kemanakah harta Anda akan berpindah saat kematian datang? Lalu apa sebenarnya pengertian...

Firma Pembayaran Jepang JCB dan Mizuho Bank Uji Coba ID Berbasis Blockchain

DuniaFintech.com – Saat ini, institusi keuangan Jepang sedang bergerak cepat dengan mengadopsi teknologi Blockchain untuk merampingkan sistem identitas digital mereka. Bank terbesar ketiga...

Potensi Bisnis E-Commerce Mulai di Bidik Gojek Melalui GoStore

Duniafintech.com - Gojek kian melebarkan sayap bisnisnya dengan merambah potensi bisnis e-commerce. Dikabarkan, Gojek tengah menyiapkan produk baru bernama GoStore. Pengelolaan GoStore...

Ziliqa Meluncurkan Layanan Non-Custodial Staking di Mainnet

DuniaFintech.com - Platform blockchain yang memiliki kinerja dan keamanan tinggi Ziliqa meluncurkan layanan Non-Custodial Staking pada Mainnet. Diaktifkan melalui Zillion, Ziliqa...
LANGUAGE