25 C
Jakarta
Senin, 18 Oktober, 2021

Syarat dan Ketentuan Pinjaman Dana Syariah. Ini yang Harus Disiapkan

DuniaFintech.com – Pinjaman online berbasis syariah memang tengah tumbuh pesat seiring dengan meningkatnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan produk keuangan yang tidak mengandung unsur riba. Lalu bagaimana syarat dan ketentuan pinjaman dana syariah tersebut?

Untuk pinjaman dana syariah sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang jauh dengan pinjaman dana konvesional. Hanya saja dalam prakteknya, sistem pinjaman dana syariah mengikuti ketentuan dan syariat agama Islam. Sehingga instrumen investasi yang satu ini cocok bagi Anda yang ingin terhindar dari riba atau sejenisnya.

Tidak ada istilah bunga dalam produk peer to peer lending syariah ini. Semua operasionalnya menggunakan akad yang ada dalam Islam dan sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Baik dari sisi investor maupun peminjam modal.

Baca juga:

Syarat dan ketentuan pinjaman dana syariah secara umum:

1. Dokumen Pribadi (DP) dan Dokumen Aset (DA) yang perlu disiapkan

– (DP) Dokumen identitas pribadi seperti fotocopy KTP, KK atau Akta Nikah.

– (DP) Dokumen domisili seperti PBB atau Sertifikat Rumah, Surat Sewa (apabila kontrak rumah).

– (DP) Dokumen pekerjaan / penghasilan seperti slip gaji, laporan Keuangan atau Salinan tabungan.

– (DA) Dokumen kepemilikan jaminan seperti BPKB (jaminan kendaraan), SHM (jaminan rumah) dan SIUP/SKU (jaminan Usaha)

2. Informasi tambahan

–  Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia calon nasabah antara 21 – 65 tahun (sudah menikah atau memiliki penghasilan)

– Pernyataan persetujuan pasangan (suami / istri) bagi yang sudah menikah

– Pernyataan persetujuan orang tua (sebagai penjamin) bagi yang belum menikah dan asset (jaminan) masih atas nama orang tua.

– Menentukan tujuan pembiayaan seperti pengembangan usaha atau memenuhi kebutuhan konsumtif (renovasi rumah, liburan, biaya sekolah, dan lain sebagainya).

3. Kondisi yang masih dapat dipertimbangan untuk pengajuan pinjaman:

– Pajak Kendaraan yang tertunggak (mati)

– Kepemilikan aset belum atas nama sendiri / aset masih atas nama orang lain

– Kepemilikan NPWP (untuk pinjaman yang lebih dari Rp 50 juta )

Perlu diketahui syarat dan ketentuan pinjaman dana syariah bagi peminjam di atas memang tidak mutlak sama pada setiap perusahaan, karena tergantung dari kebijakan perusahaan yang menawarkan pinjaman.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE