27 C
Jakarta
Jumat, 30 Oktober, 2020

Tencent Bangun Jaringan Blockchain untuk Produsen Wine Tertua di Cina

DuniaFintech.com – Raksasa teknologi asal Cina, Tencent, telah mengungkapkan rencananya untuk menciptakan platform untuk melacak produksi anggur berbasis Blockchain bekerja sama dengan Changyu, produsen anggur terbesar dan tertua di Cina, menurut berita lokal pada 31 Juli. Changyu disebut sebagai yang pertama di seluruh negeri untuk anggur domestik negara itu.

Menurut Changyu, platform ini dirancang untuk melacak setiap langkah pembuatan anggur dan proses penjualan, termasuk penanaman, pembuatan bir, distribusi dan manajemen. Ini akan mengeluarkan sertifikat unik yang dapat dilacak untuk setiap botol anggur yang dihasilkannya.

Seluruh proses akan direkam pada jaringan Blockchain. Kode QR yang dapat dipindai botol perusahaan akan memungkinkan konsumen untuk memverifikasi keaslian anggur. Kode QR juga akan menyajikan seluruh rangkaian data seperti informasi perkebunan tentang jenis anggur, asal usul, tingkat curah hujan, informasi suhu di antara hal-hal lainnya.

Jaringan Blockchain ini dilaporkan akan membantu distributor sekaligus outlet penjual untuk membasmi produk palsu serta botol anggur yang tidak masuk kualifikasi dalam tes kontrol kualitas.

Baca juga :

Blockchain Bantu Atasi Kerugian Industri Penjualan Wine

Langkah yang dilakukan oleh Tencent ini sebenarnya telah lama menjadi perhatian penggiat industri wine. Perusakan, pencurian hingga pemalsuan telah menyebabkan kerugian hingga jutaan dolar bagi industri ini. Symbol, sebuah perusahaan Blockchain yang ramah menggunakan teknologi NEM untuk mencegah kejadian semacam ini berlanjut.

Symbol dilaporkan mengembangkan solusi Blockchain yang dapat melacak dan memverifikasi sejumlah besar transaksi per detik. Ini dapat membantu petani anggur dan produsen melacak apa yang terjadi dengan bahan baku dan produk mereka di setiap tahap produksi dan distribusi. Ini tentu dapat mencegah pemalsuan hingga menjaga kualitas produk wine yang dihasilkan agar tetap dalam kondisi baik.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan Blockchain dalam berbagai sektor industri terus meningkat. Industri wine merupakan industri ke sekian yang ikut memanfaatkannya. Sebelumnya, perusahaan ritel seperti Walmart hingga Nestle juga menggunakannya untuk melacak rantai pasokan secara lebih detail dan up to date.

(DuniaFintech/ Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Siapkan Penjualan Digital, BMW Kolaborasi dengan Alibaba

DuniaFintech.com - Produsen kendaraan bermotor asal Jerman, BMW menjalin kerja sama dengan layanan niaga berbasis elektronik (e-commerce) Alibaba. Jochen Goller, Presiden dan...

Toyota Systems Lakukan Eksplorasi Blockchain dan Aset Kripto

DuniaFintech.com – Toyota Systems lakukan eksplorasi blockchain dan aset kripto? Anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Toyota Motors ini dikabarkan sedang bereksperimen dengan...

Menyoroti Kegiatan Asosiasi Blockchain Indonesia Per Oktober 2020

DuniaFintech.com - Perkembangan blockchain dan aset kripto di Indonesia tentunya bisa Anda ketahui dari berbagai informasi di dunia maya. Selain itu, Anda...

Suku Bunga Deposito Turun, Apakah Deposito Masih Menarik?

DuniaFintech.com - Suku bunga deposito turun, apakah deposito masih menarik? Penurunan suku bunga deposito tentu mempengaruhi imbal hasil deposito di berbagai bank,...

Cara Mendapat Relaksasi Kredit dari FIF Group, Perhatikan Syarat Ini

Duniafintech.com - Anak usaha PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang pembiayaan konsumen, PT Federal International Finance (FIF group) telah merelaksasi...
LANGUAGE