27.8 C
Jakarta
Senin, 27 Mei, 2024

Tips Investasi untuk Pemula, dari Tentukan Tujuan hingga Konsisten

JAKARTA, duniafintech.com – Tips investasi untuk pemula perlu diketahui saat kamu yang masih awam ingin terjun ke dunia penanaman modal.

Saat ini, tersedia berbagai jenis investasi yang dapat memberikan keuntungan besar. Namun, bagi kamu yang masih baru mulai, ada baiknya lebih hati-hati dan selektif supaya tidak merugi.

Maka dari itu, penting bagi kamu untuk memahami seluk-beluk serta kiat investasi yang benar.

Yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Menko Airlangga Ajak Investor untuk Investasi di Sektor Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru

Sekilas tentang Investasi

Pada dasarnya, investasi adalah kegiatan penempatan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu, dengan tujuan mendapatkan penghasilan atau peningkatan nilai.

Ringkasnya, investasi adalah salah satu alat untuk mewujudkan tujuan-tujuan keuangan kita. Adapun tujuan keuangan setiap orang berbeda-beda.

Misalkan seorang berusia 25 tahun tentu memiliki rencana dan cita-cita yang berbeda dengan orang berusia 50 tahun. Berdasarkan tujuannya, investasi dibedakan menjadi investasi jangka panjang, menengah, dan investasi jangka pendek.

Perlu diketahui juga bahwa beda jangka waktu, tentu akan beda pula strategi dan instrumen investasinya.

Tips Investasi untuk Pemula

  1. Menentukan tujuan dan jangka waktunya 

Tujuan dan jangka waktu berinvestasi menjadi modal penting yang harus dimiliki oleh para investor pemula.

Dengan menentukan hal itu, kamu dapat lebih fokus serta terarah mengelola portofolio yang dimiliki.

Tujuan dan jangka waktu ini pun dapat dibarengi konteksnya, misalkan berinvestasi untuk dana pernikahan dalam waktu 5 tahun ke depan atau jalan-jalan bersama keluarga 2 tahun lagi. 

  1. Mengetahui profil risiko yang dimiliki sebagai tips investasi untuk pemula

Tips berikutnya, jangan pernah langsung membeli produk investasi tanpa mengetahui apa profil risiko kamu.

Pasalnya, profil risiko ini sangat penting sebab bisa menentukan sikap kamu dalam memilih produk yang sesuai dengan kesanggupan mengelola keuangan.

Sebagai informasi, profil risiko investor ini lazimnya terbagi menjadi tiga, yakni risiko rendah, sedang, dan tinggi. 

  1. Menyiapkan dana khusus tersendiri

Tentu saja, setiap jenis investasi punya risiko masing-masing. Maka dari itu, investasi mesti dilakukan dengan dana khusus.

Hal itu penting khususnya bagi para pemula yang masih meraba dan mempelajari bagaimana cara kerja investasi.

Adapun dana khusus tersendiri ini kerap dikenal sebagai ‘uang dingin’ yang bisa Anda gunakan untuk menjajal sepak terjang dunia investasi saat baru memulainya.

  1. Menambah pengetahuan seputar investasi

Kamu juga jangan sampai bosan untuk terus menggali informasi dan belajar cara berinvestasi yang paling cocok dengan tujuan dan profil risiko kamu.

Dalam hal ini, biasakan untuk membaca berita seputar topik ekonomi supaya kamu mulai terbiasa dan pada akhirnya memahami bagaimana investasi yang sesuai dengan kebutuhan. 

Perlu dipahami, perkembangan berita dunia pun akan mempengaruhi investasi, utamanya bagi kamu yang tertarik pada produk saham.

  1. Konsisten berinvestasi secara rutin

Ketahuilah, waktu akan mengajarkan kamu cara berinvestasi terbaik bagi diri sendiri yang nantinya juga akan membawa keuntungan besar di masa mendatang.

Kalau Anda memilih produk investasi yang berprospek cerah maka keamanan finansial jelas bisa diwujudkan.

Di sini, kamu harus melakukan investasi secara rutin, misalkan setiap bulan atau minimal dengan waktu berjangka hingga tujuan investasi kamu tercapai seutuhnya.

Daftar Instrumen Investasi bagi Pemula – Tips Investasi untuk Pemula

  1. Reksadana

Instrumen investasi ini digunakan sebagai wadah modal bagi sekumpulan investor untuk dapat melakukan penanaman modal di pasar modal dengan investasi modal kecil. 

Adapun instrumen yang satu ini sangat cocok untuk investasi modal kecil. Dengan modal sepuluh ribu rupiah (Rp10.000) saja, katakanlah, kamu sudah dapat berinvestasi di produk ini.

Keuntungan sebagai pemula lainnya di instrumen ini, yaitu kamu tidak perlu memantau perkembangan aset.

Hal itu karena sudah ada Manajer Investasi (MI) yang akan mengelola dana yang disimpan di produk reksadana.

Baca juga: Tips Investasi Emas Antam yang Wajib Diketahui oleh Pemula

  1. Emas

Salah satu produk tanpa perlu banyak analisis lainnya dengan modal kecil adalah emas. Produk ini tentunya sangat pas bagi kamu yang ingin memulai investasi dengan modal minim.

Logam mulia ini sangat pas untuk digunakan sebagai aset dalam jangka waktu yang panjang. Emas juga menjadi salah satu produk andalan bagi investor, baik yang sudah berpengalaman maupun pemula.

Instrumen investasi ini pun menjadi salah satu produk penjaga nilai, khususnya saat terjadi krisis ekonomi, yaitu ketika harga-harga aset lainnya mengalami penurunan.

Tips Investasi untuk Pemula

  1. P2P Lending

Instrumen investasi yang satu ini menjadi penyedia jasa pinjaman untuk menghubungkan debitur atau pihak peminjam secara langsung dengan pemilik dana pinjaman atau kreditur.

Peer to peer lending juga dapat menjadi salah satu pilihan cocok untuk investor dengan modal kecil.

Di sini, kamu bisa mulai investasi dengan modal seratus ribu rupiah (Rp100.00). Selain itu, produk yang difasilitasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini juga dapat menganalisis risiko dari para calon peminjamnya.  

  1. Obligasi Pemerintah

Obligasi terbitan pemerintah Surat Berharga Negara (SBN) juga banyak diminati oleh para investor pemula.

Sebagai patokan biaya SBN ini adalah mulai dari satu juta rupiah (Rp1.000.000) hingga dengan dua miliar rupiah (Rp2.000.0000.000).

Ketika kamu berinvestasi dengan instrumen yang satu ini, kamu tidak secara langsung akan mendapatkan imbal hasil.

Pasalnya, kamu harus menunggu hingga jatuh tempo sesuai dengan ketentuan dari pemerintah. 

Di samping itu, kamu juga dapat menggunakan beberapa produk obligasi pemerintah, di antaranya Sukuk Ritel, Obligasi Negara Ritel, Sukuk Tabungan, dan Saving Bond Ritel (SBR).

  1. Saham

Dengan menggunakan instrumen investasi berikut ini, artinya kamu dapat mempunyai kepemilikan dari suatu perusahaan terbuka melalui pembelian saham.

Harga saham juga memiliki banyak variasi. Sebagai investor pemula, kamu sangat disarankan untuk menggunakan produk reksadana saham.

Hal itu karena Manajer Investasi (MI) akan memilih saham sesuai dengan kapasitas finansialmu.

Jika memakai produk investasi saham maka kamu berkemungkinan untuk mengalami kerugian karena kamu merupakan investor pemula yang belum memiliki pengalaman dalam menganalisis naik turunnya harga saham.

  1. Equity Crowdfunding

Equity crowdfunding menggunakan investasi dana kecil karena produk ini memakai skema patungan untuk pendanaan suatu bisnis.

Investor di dalamnya akan mempunyai kepemilikan saham dalam bisnis itu. Kelebihannya, yaitu jenis investasi ini akan menguntungkan bagi investor apabila bisnis itu menguntungkan.

Namun, sebaliknya, risiko yang ada akan setimpal nantinya seandainya bisnis tersebut merugi.

Baca juga: Investasi Bitcoin Terpercaya: Platform Rekomendasi hingga Tipsnya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU