26.4 C
Jakarta
Selasa, 27 September, 2022

Tips Melakukan Staking Kripto, Cara Ampuh Dapat Pasif Income!

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, cara maupun tips  melakukan staking kripto itu tidaklah rumit. Hanya saja, anda mesti memperhatikan berbagai hal yang akan membawa meraih pasif income. Staking kurang lebih seperti deposito, sistemnya hampir sama. 

Namun sebelum lanjut mengetahui tips melakukan staking kripto, mari kita pahami lebih dulu apa itu staking. Berikut ini ulasan lengkapnya. 

Apa Itu Staking Kripto?

Staking merupakan salah satu fasilitas yang bisa digunakan oleh investor crypto, biasanya dilakukan oleh investor dengan rencana investasi jangka panjang. Melalui staking, investor diartikan telah memvalidasi transaksi di sistem blockchain. 

Dengan begitu, investor wajib mengunci jumlah aset crypto yang akan di-staking selama waktu yang telah disepakati, biasanya bulanan hingga satu tahun. Selama waktu tersebut, aset yang telah dikunci tidak bisa digunakan untuk transaksi lain. Barulah ketika waktu staking habis, maka investor akan menerima jumlah aset sebelumnya ditambah bunga yang ditawarkan.

Lebih mudahnya untuk menjelaskan apa itu staking adalah diibaratkan mirip dengan kamu melakukan deposito. Bedanya, di sini kamu menggunakan aset crypto bukan menggunakan Rupiah. 

Kemudian, kamu akan mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang diberikan. Biasanya semakin lama kamu mengunci aset crypto, maka suku bunga yang ditawarkan akan semakin tinggi, sehingga kamu akan semakin untung.

Tips Melakukan Staking Kripto

Tips Melakukan Staking Kripto

Kamu mungkin masih bingung tentang bagaimana cara melakukan staking kripto dan bagaimana alur yang perlu kamu ikuti. 

Sebenarnya, cara kerjanya cukup mudah dan alurnya juga sedikit. Kamu hanya perlu mengikuti alur, sebagaimana yang telah dirangkum dari MoneyDuck berikut ini. Di antaranya:

1. Tips Melakukan Staking Kripto: Lakukan Riset Staking

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah melakukan riset staking. Sebenarnya, saat ini kamu juga bisa dikategorikan sedang melakukan riset karena sedang mencari tahu tentang apa itu staking. 

Selain itu, kamu juga perlu melakukan riset staking lainnya seperti aset crypto mana saja yang bisa di staking, platform staking yang menawarkan suku bunga tertinggi, cara kerja staking yang akan kamu gunakan, hingga tips-tips sukses staking.

2. Tips Melakukan Staking Kripto: Pilih Aset Kripto

Telah disebutkan sebelumnya bahwa tidak semua aset kripto bisa di-staking karena cryptocurrency perlu menggunakan mekanisme proof-of-stake. Jadi, kamu harus pintar-pintar untuk memilih aset kripto. Beberapa contoh aset yang bisa distaking, yaitu Ethereum, Cardano, Solana, Polkadot, Raca, dan lainnya.

Baca jugaMelihat Kelebihan Indodax, Platform Jual Beli Kripto Terpercaya di Indonesia

Jika kamu ingin lebih main aman saat staking, maka pilihlah aset kripto yang stabil atau perubahan harganya tidak drastis. Karena akan percuma jika jumlah aset crypto bertambah karena staking, namun nilai aset tersebut turun drastis. Kamu juga bisa memilih aset kripto dengan project yang jelas, sehingga kemungkinan nilainya naik akan semakin besar.

3. Lakukan Deposit Investasi

Jika kamu tidak mempunyai aset, maka kamu tidak bisa melakukan staking. Jadi langkah selanjutnya adalah kamu perlu melakukan deposit ke tempat staking yang kamu pilih, bisa berupa exchange crypto atau melalui platform DeFi. 

Contoh platform yang bisa digunakan, yaitu Indodax. Pastikan platform tersebut sudah resmi berizin Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga: Jangan Ragu, Begini Dasar Hukum Investasi Kripto yang Perlu Dipahami

Lalu, apa itu deposit staking? Cara melakukan deposit cukup gampang. Kamu tentukan jumlah aset yang memenuhi ketentuan platform yang dipilih, lalu tentukan juga lama staking. Nantinya akan muncul suku bunga yang akan kamu dapatkan, lalu pilih untuk memulai staking.

4. Pilih Cara Kerja Staking

Saat akan staking, kamu bisa nih memilih jenis staking mana yang akan digunakan. Kamu juga bisa menggunakannya bergantian, jika ingin membandingkan setiap jenisnya. 

Mengenal Jenis Staking Kripto

Jenis staking crypto terbagi menjadi empat pilihan, yaitu solo staking, staking exchange, soft staking, dan platform staking DeFi. Lebih jelasnya, yuk simak penjelasan di bawah ini:

1. Apa Itu Solo Staking?

Solo staking dikenal sebagai cara staking yang sulit karena proses staking dilakukan sendiri. Kamu bisa memanfaatkan dompet kripto personalmu untuk melakukan crypto staking. Caranya, kamu hanya perlu mengunci aset kripto dalam jangka waktu tertentu. Lalu, bagaimana jika kamu memindahkan aset sebelum waktu berakhir? Maka, kamu tidak bisa menerima manfaat dari staking tersebut atau keuntungan akan hilang begitu saja.

2. Apa Itu Staking Exchange?

Kamu juga perlu tahu apa itu staking exchange. Staking exchange merupakan cara staking dengan menggunakan platform exchange sebagai media perantara. Jenis ini paling sering digunakan oleh investor kripto karena dianggap lebih mudah dan simpel. Pada platform ini, kamu bisa melakukan staking terhadap aset kripto yang telah terdaftar di platform tersebut menggunakan sistem algoritma konsensus proof-of-stake.

3. Soft Staking

Beda halnya dengan solo staking dan staking exchange, soft staking merupakan sarana yang memang dibuat hanya untuk orang-orang dengan rencana staking. Kamu tidak bisa melakukan trading di sarana ini. Sayangnya, platform-platform ini akan menerapkan beberapa persen dari keuntungan staking sang pengguna. Hal ini disebut dengan biaya transaksi staking.

4. Gunakan Platform Staking DeFi

Apa itu staking DeFi? Jadi, staking DeFi merupakan staking yang dilakukan pada ekosistem DeFi (decentralized finance). DeFi sendiri merupakan bermacam aplikasi keuangan kripto yang berada pada sistem blockchain Ethereum.

Aplikasi keuangan yang ada bertindak layaknya jasa keuangan konvensional dengan layanan pinjam meminjam aset kripto. Pengguna akan mengunci aset di DeFi, kemudian akan disalurkan melalui layanan kredit. Nantinya, kamu akan mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang diterapkan.

Itulah ulasan mengenai tips melakukan staking kripto. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi Anda.

Baca juga: 10 Coin yang Bagus Untuk Investasi Kripto, Siap-siap Cuan Maksimal

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pinjol Cepat Cair 2022 Legal, Simak Daftarnya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair merupakan layanan finansial yang sangat dibutuhkan oleh mereka mereka yang sedang terdesak dana cepat. Adapun pinjaman online langsung cair...

Payment Gateway: Definisi, Cara Kerja, hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Payment gateway pada dasarnya merupakan solusi bagi pembayaran pada bisnis online yang kian marak belakangan ini. Hal ini penting sebagai upaya memberikan...

Dampak Fintech di Indonesia hingga Sederet Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Dampak fintech di Indonesia tentunya sangat besar. Adapun fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Seperti diketahui, saat ini penggunaaan teknologi informasi...

Pinjol Bunga Rendah 2022 Cepat Cair, Nih 6 Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol bunga rendah 2022 cepat cair tentunya sangat penting untuk diketahui oleh kamu yang tengah kepepet dana talangan. Meski saat ini ada...

Bisnis Fintech di Indonesia: Ini 11 Startup Fintech Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Bisnis fintech atau financial technology di Indonesia tampak bertumbuh pesat dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perkembangan globalisasi,...
LANGUAGE