31.6 C
Jakarta
Senin, 20 Mei, 2024

Modalku Optimis UMKM Tetap Tumbuh Hadapi Resesi Ekonomi Global

JAKARTA, duniafintech.com – Group Modalku mengaku optimis perusahaan masih menyanggupi untuk pembiayaan sektor UMKM di Indonesia dalam menghadapi kondisi serta ancaman resesi ekonomi global yang tidak menentu.

Co Founder Modalku Reynold Wijaya menilai dalam ancaman resesi ekonomi global, sektor UMKM pastinya akan sangat berat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global saat ini. Meski berat tetapi dia mengaku optimis sektor UMKM masih bisa tetap bertumbuh karena situasi yang terjadi di belahan dunia lain berbeda dengan di Indonesia.

“Saya rasa tetap tumbuh tapi tidak gampang. Meski perkiraan pertumbuhan ekonomi di Indonesia ditahun mendatang capai 5 persen, kalaupun turun tetapi tidak terjun bebas. Pertumbuhan ekonomi di Amerika berbeda dengan di Indonesia,” kata Co Founder Modalku Reynold Wijaya.

Dia mengatakan tentunya dalam menghadapi ketidakpastian resesi ekonomi global, perusahaan tetap berhati-hati dalam menyalurkan pendanaan untuk sektor UMKM. Menurutnya perusahaan akan menyalurkan pendanaan di sektor UMKM, selama cash flow UMKM berjalan lancar.

Baca juga: Ditengah Resesi Global Ekonomi, Bank Sentral Tak Dapat Menolak Bitcoin

Sebab, dia menambahkan cashflow itulah yang nantinya menunjukkan kemampuan bayar UMKM, dalam badai resesi ekonomi global. Sehingga nantinya UMKM memiliki komitmen dalam pembayaran. Artinya, UMKM harus memiliki kemampuan bayar.

“Karena UMKM juga memerlukan modal untuk berputar,” kata Co Founder Modalku Reynold Wijaya.

Baca jugaAtasi Tantangan Ekonomi Global, Mendag Utamakan Kerjasama Global dan Nasional

Oleh karena itu, Co Founder Modalku Reynold Wijaya mengungkapkan agar perusahaan tetap bertahan untuk menyalurkan pendanaan sektor UMKM. Perusahaan melakukan penghematan anggaran perusahaan dengan memperhitungkan kelayakan bisnis, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

Lalu, dalam menjalankan ide bisnis baru, Reynold mengungkapkan perusahaan akan menjalankan dalam skala kecil terlebih dahulu agar meminimalisir risiko kerugian yang besar.

“Mengurangi spending yang tidak perlu, ekspansi usaha yang masuk akal,” ujar Co Founder Modalku Reynold Wijaya.

Baca juga: Sinergi BUMN Bidang Perdagangan untuk Pemulihan Ekonomi jadi Fokus Mendag

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU