25 C
Jakarta
Jumat, 7 Oktober, 2022

Waduh! Volume Harian OpenSea Makin Susut Aja Nih

JAKARTA, duniafintech.com – Volume harian OpenSea mengalami penurunan yang cukup signifikan. 

Pasar Non Fungible Token (NFT) terbesar di dunia, OpenSea itu telah menyaksikan penurunan substansial dalam volume harian karena kekhawatiran tentang potensi gelembung NFT tumbuh.

Dilansir dari Cointelegraph, menurut DappRadar, volume OpenSea anjlok ke posisi terendah tahunan. Khususnya, pasar memproses transaksi NFT harian senilai hampir USD 5 juta atau setara Rp 74,2 miliar pada 28 Agustus, sekitar 99 persen lebih rendah dari rekor tertinggi USD 405,75 atau setara Rp 6 triliun juta pada 1 Mei.

Baca jugaVolume Perdagangan NFT OpenSea Anjlok 99 Persen, Sepi Peminat? 

Sementara itu, dalam jangka waktu bulanan, volume OpenSea telah turun 90 persen dari puncaknya pada Januari 2022 sekitar USD 4,85 miliar. Dalam kripto Ether (ETH), penurunan bulanan pada periode yang sama adalah sekitar 82 persen, menurut analitik Dune.

Penurunan besar-besaran dalam volume harian dan bulanan bertepatan dengan penurunan drastis yang sama pada pengguna OpenSea dan transaksi mereka. 

Baca jugaDuh! Seniman Ini Digugat Gegara Buat NFT Bored Ape Yacht Tiruan

Ini menunjukkan nilai dan minat pada koleksi berbasis blockchain telah berkurang dalam beberapa bulan terakhir.

Pelemahan Terlihat dari Harga Dasar NFT

Lantas pelemahan ini juga terlihat dalam penurunan harga dasar jumlah minimum yang siap dibayar untuk sebuah NFT dari beberapa proyek koleksi digital terkemuka. 

Misalnya, harga dasar Bored Ape Yacht Club turun 53 persen menjadi 72,5 ETH pada 28 Agustus, jika dibandingkan harga dasar tertinggi di angka 153,7 ETH pada 1 Mei. Demikian pula, harga dasar CryptoPunks, koleksi NFT teratas lainnya, turun hampir 20 persen dari tertinggi Juli di 83,72 ETH. 

Dilansir dari Liputan6.com, harga NFT dilacak dalam mata uang asli blockchain tempat mereka diluncurkan. Jadi, koleksi digital yang dibuat di Ethereum dibeli menggunakan Ether, yang juga berarti bahwa harga NFT akan turun jika penilaian pasar ETH anjlok.

Pasar ETH yang bearish tampaknya menjadi salah satu pendorong utama di balik statistik NFT yang buruk. Khususnya, harga 1 ETH telah turun dari USD 4.950 pada November 2021 menjadi di bawah USD 1.500 pada Agustus 2022.

Baca jugaRilis Fitur Cross-Posting, Instagram dan FB Kini Bisa Berbagi NFT

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

JAKARTA, duniafintech.com - Ekonomi global diprediksi akan menghadapi resesi ekonomi global. Hal itu terlihat dari beberapa kebijakan bank-bank sentral di berbagai negara dengan mengeluarkan...

Pinjol Cepat Cair 2022 Limit Besar Resmi, Ini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana cepat. Saat ini, pinjol yang berizin Otoritas...

Berita Kripto Hari Ini: Apa Kabar Bursa Kripto Indonesia?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini akan mengulas soal perkembangan bursa kripto Indonesia yang masih belum diluncurkan. Adapun sebelumnya, bursa kripto pun sempat molor—sebagai...

Berita Bitcoin Hari Ini: Sempat Menguat, Bitcoin Melemah!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas soal harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya dengan pergerakan yang beragam. Pada perdagangan pagi ini, mayoritas...

Kerangka Kerja Inklusi Keuangan Fokus Digitalisasi dalam Presidensi G20 Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Presidensi G20 Indonesia menyusun Kerangka Kerja Inklusi Keuangan sebagai panduan bagi setiap negara untuk mendorong digitalisasi guna menciptakan ekonomi yang inklusif...
LANGUAGE