32.9 C
Jakarta
Minggu, 2 Oktober, 2022

Volume Perdagangan NFT OpenSea Anjlok 99 Persen, Sepi Peminat? 

JAKARTA, duniafintech.com – Volume perdagangan marketplace NFT OpenSea mengalami penurunan signifikan. Hal ini dipicu sepinya peminat NFT akhir-akhir ini, apa benar?

Transaksi NFT di platform OpenSea hanya dapat mencatatkan keuntungan 5 juta dolar AS pada Sabtu (27/8/2022) lalu. Aktivitas perdagangan pada marketplace jual beli non fungible token OpenSea mencatatkan penurunan sebanyak 99 persen hanya dalam kurun waktu dua bulan.

Penurunan ini terjadi setelah pasar NFT terus kehilangan popularitasnya, imbas dari meningkatnya kasus pencurian atau pishing aset NFT selama beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Waspada! Nilai Pencurian NFT Sentuh Rp1,4 T Sepanjang 2022

Alasan inilah yang membuat perdagangan pasar NFT di platform OpenSea mengalami penurunan besar-besaran, hingga Volume OpenSea anjlok ke posisi terendah tahunan.

Pada Sabtu (28/8/2022) lalu, transaksi NFT di platform OpenSea hanya dapat mencatatkan keuntungan 5 juta dolar AS. Angka tersebut menurun dari rekor tertingginya pada 1 Mei lalu disaat keuntungan penjualan NFT melonjak di level 405,75 juta dolar AS.

Menurut laporan DappRadar yang dikutip dari Cointelegraph penurunan ini didominasi oleh amblesnya harga dasar NFT Bored Ape Yacht Club  sebanyak  53 persen, dari 153,7 ETH menjadi 72,5 ETH, disusul koleksi CryptoPunks yang harganya jatuh sebanyak  hampir 20 persen menjadi 83,72 ETH.

Baca jugaProject NFT Asal Indonesia Terpopuler, Bukan Cuma Ghozali Lho!

Serupa dengan OpenSea, platform jual beli NFT BendDAO dilaporkan tengah mengalami krisis likuiditas akibat aksi penjualan NFT secara massal yang dilakukan investor selama beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut bahkan membuat BendDAO gagal membayar pinjaman dalam mata uang dolar.

Demi mengantisipasi terjadinya pembengkakan lebih lanjut akibat memudarnya popularitas NFT, BendDAO terpaksa mengubah ambang batas likuidasi NFT mereka dari 95 persen menjadi 70 persen.

Langkah ini dilakukan perusahaan untuk mengurangi aksi penjualan atau penarikan NFT secara massal.

Baca jugaDituding Jadi Penyebab NFT Karafuru Turun, Chef Arnold Diprotes Warganet

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kartu Debit Mandiri: Jenis-jenis hingga Cara Membuatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Kartu debit Mandiri senantiasa memberikan kemudahan dalam bertransaksi di banyak tempat dan di waktu kapan saja. Sebagai informasi, kalau dibandingkan dengan uang...

Call Center Allianz Asuransi dan Layanan Pengaduannya

JAKARTA, duniafintech.com – Call Center Allianz asuransi dan layanan pengaduannya tentu penting diketahui oleh para pemilik polis/nasabahnya. Seperti diketahui bersama, Allianz Indonesia menjadi salah satu...

Jenis-jenis Mining Bitcoin, Bisa Dilakoni Buat Mendulang Cuan! 

JAKARTA, duniafintech.com - Mining atau menambang bitcoin ada berbagai jenis juga lho. Ini perlu diketahui bagi seorang investor crypto. Karena selain trading, ada cara...

Wow, Hampir Rp 1 Triliun Bitcoin Dibekukan Terkait Kasus Bos Terra Luna

JAKARTA, duniafintech.com – Otoritas Korea Selatan meminta dua platform jual beli kripto untuk membekukan Bitcoin senilai US 60 juta dollar yang terkait dengan Bos...

Asuransi Rumah Tinggal Terbaik, Ini 5 Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi rumah tinggal, apa itu? Adapun rumah tinggal adalah tempat beristirahat hingga berkumpul bersama keluarga. Fungsi rumah tinggal ini membuat siapa pun...
LANGUAGE