28.4 C
Jakarta
Minggu, 2 Oktober, 2022

Waspada! Nilai Pencurian NFT Sentuh Rp1,4 T Sepanjang 2022

JAKARTA, duniafintech.com – Nilai pencurian NFT atau non-fungible token diketahui terbilang/boleh disebut cukup fantastis sepanjang tahun 2022 ini.

Perusahaan riset blockchain, Elliptic mengungkapkan pada Rabu (24/8/2022) lalu, ada senilai lebih dari USD 100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun NFT dicuri sepanjang 2022.

Menurut Elliptic, pencurian NFT ini didorong berkembangnya aset digital yang masif sehingga para pencuri memilih aset digital sebagai sasaran baru mereka.

Baca juga: Dituding Jadi Penyebab NFT Karafuru Turun, Chef Arnold Diprotes Warganet

NFT adalah aset berbasis blockchain yang mewakili file digital seperti gambar, video, atau teks. Aset digital ini meledak dalam popularitas dalam beberapa tahun terakhir. Banyak perusahaan hingga tokoh terkenal mengoleksi hingga meluncurkan NFT mereka sendiri.

Pasar NFT melonjak pada 2021 karena investor kripto menghabiskan miliaran dolar Amerika Serikat untuk aset tersebut, berharap mendapat untung karena harga NFT bisa naik. Tetapi sejak harga cryptocurrency jatuh pada Mei dan Juni tahun ini, harga NFT dan volume penjualan telah jatuh.

Penipuan tetap marak di pasar NFT bahkan saat harga dan volume menurun, dengan Juli melihat jumlah tertinggi NFT dilaporkan dicuri.

“Kompromi keamanan melalui media sosial telah melonjak, terhitung 23 persen dari pencurian NFT pada tahun 2022,” isi laporan Elliptic, dikutip dari Channel News Asia via Liputan6.com, Jumat (26/8/2022).

Pencuri menerima rata-rata USD 300.000 per penipuan, menurut laporan Elliptic. Skala sebenarnya dari pencurian NFT kemungkinan akan lebih tinggi, mengingat tidak semua kejahatan dilaporkan ke publik.

Baca juga: Cara Membuat Foto NFT di Android, Bisa Datangkan Cuan Lho! 

Peretasan dan penipuan telah lama menjangkiti industri kripto, sementara regulator di seluruh dunia semakin khawatir tentang penggunaan aset kripto dalam kejahatan dunia maya.

Elliptic menyebutkan jumlah pencucian uang di platform berbasis NFT hanya USD 8 juta. Tetapi dana senilai hampir USD 329 juta di pasar NFT berasal dari layanan seperti yang disebut mixer cryptocurrency, yang dirancang untuk menyembunyikan asal dana, kata Elliptic.

“Ada ancaman yang berkembang terhadap layanan berbasis NFT dari entitas yang dikenai sanksi dan eksploitasi yang disponsori negara,” kata Elliptic, mengutip pencurian senilai USD 540 juta pada April yang telah dikaitkan oleh pejabat AS dengan Grup peretas Korea Utara, Lazarus.

Baca juga: Project NFT Asal Indonesia Terpopuler, Bukan Cuma Ghozali Lho!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kartu Debit Mandiri: Jenis-jenis hingga Cara Membuatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Kartu debit Mandiri senantiasa memberikan kemudahan dalam bertransaksi di banyak tempat dan di waktu kapan saja. Sebagai informasi, kalau dibandingkan dengan uang...

Call Center Allianz Asuransi dan Layanan Pengaduannya

JAKARTA, duniafintech.com – Call Center Allianz asuransi dan layanan pengaduannya tentu penting diketahui oleh para pemilik polis/nasabahnya. Seperti diketahui bersama, Allianz Indonesia menjadi salah satu...

Jenis-jenis Mining Bitcoin, Bisa Dilakoni Buat Mendulang Cuan! 

JAKARTA, duniafintech.com - Mining atau menambang bitcoin ada berbagai jenis juga lho. Ini perlu diketahui bagi seorang investor crypto. Karena selain trading, ada cara...

Wow, Hampir Rp 1 Triliun Bitcoin Dibekukan Terkait Kasus Bos Terra Luna

JAKARTA, duniafintech.com – Otoritas Korea Selatan meminta dua platform jual beli kripto untuk membekukan Bitcoin senilai US 60 juta dollar yang terkait dengan Bos...

Asuransi Rumah Tinggal Terbaik, Ini 5 Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi rumah tinggal, apa itu? Adapun rumah tinggal adalah tempat beristirahat hingga berkumpul bersama keluarga. Fungsi rumah tinggal ini membuat siapa pun...
LANGUAGE