25 C
Jakarta
Jumat, 7 Oktober, 2022

Asuransi Perjalanan Visa Schengen: Syarat & Cara Membuatnya

JAKARTA, dunifintech.com – Asuransi perjalanan Visa Schengen adalah produk asuransi perjalanan internasional khusus ke negara-negara di Eropa.

Menyadur Lifepal, produk asuransi yang satu ini menjadi syarat wajib mengurus Visa Schengen untuk mengunjungi 26 negara anggota Uni Eropa dan non-Uni Eropa. Asuransi ini pun wajib dibeli oleh pengunjung Eropa yang ingin berwisata, kunjungan keluarga atau teman, kunjungan medis, serta kunjungan bisnis atau pekerjaan.

Visa Schengen sendiri merupakan dokumen khusus bagi pengunjung 26 negara di Eropa. Masa berlakunya hanya 90 hari selama 6 bulan. Berikut daftar negara Uni Eropa dan bukan Uni Eropa yang mewajibkan visa ini:

Baca juga: 5 Kelebihan Menggunakan Asuransi Perjalanan, Tips Buat Para Traveler Nih!

1. Eropa Timur: Republik Ceko, Polandia, Hungaria, Slovakia.

2. Eropa Barat: Jerman, Swiss, Perancis, Belanda, Belgia, Luksemburg, Austria, Liechtenstein.

3. Eropa Selatan: Italia, Yunani, Spanyol, Portugal, Malta, Slovenia.

4. Eropa Utara: Norwegia, Denmark, Finlandia, Islandia, Estonia, Latvia, Lithuania, Swedia.

Wilayah Schengen lainnya adalah:

1. Monako, San Marino, dan Vatikan telah membuka perbatasan untuk Visa Schengen (bukan anggota visa resmi atau masuk kategori zona bebas).

2. Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss adalah anggota asosiasi dari Wilayah Schengen (bukan anggota wilayah Uni Eropa).

3. Azores, Madeira, dan Kepulauan Canary adalah anggota khusus Uni Eropa dan bagian dari Zona Schengen (di luar benua Eropa).

Pentingnya Asuransi Perjalanan Visa Schengen

Di samping menjadi salah satu syarat mengajukan visa perjalanan ke Eropa, asuransi perjalanan yang satu ini akan memberikan banyak manfaat, yakni:

– Nilai pertanggungan besar, minimal Rp500 jutaan.

– Ganti rugi jika terjadi pembatalan penerbangan.

– Biaya rumah sakit ditanggung jika terjadi kecelakaan.

– Memberikan rasa aman selama di perjalanan dan di Eropa.

Syarat Asuransi Perjalanan Visa Schengen

Perlu diketahui, untuk minimum uang pertanggungan asuransi ini adalah sebesar 30 ribu euro atau sekitar Rp500 juta. Nilai uang pertanggungan ini bisa didapat dengan premi bahkan di bawah Rp50 ribu per orang. Berikut ini persyaratannya:

– Formulir permohonan visa yang bisa diunduh di situs resmi kedutaan besar negara yang ingin dituju. Setelah itu isi lengkap formulir tersebut.

– Foto terbaru dengan syarat 2 buah foto terbaru ukuran 3,5 x 4,5 cm, head foto 70—80% dari foto, latar foto warna cerah dan tidak berpola, foto melihat langsung ke kamera, ekspresi wajah netral (tidak senyum dan mulut tertutup), dan tidak menggunakan seragam atau warna yang sama dengan latar.

– Paspor yang masih berlaku, setidaknya 3 bulan.

– Bukti tiket penerbangan.

– Polis asuransi perjalanan internasional yang memberikan jaminan risiko penyakit, kecelakaan, dan pemulangan jenazah jika meninggal dunia.

– Bukti akomodasi.

– Bukti keuangan (rekening koran) tiga bulan terakhir. Negara-negara di Eropa menetapkan minimal uang di rekening berbeda, rata-rata Rp30 juta.

– Surat sponsor (pelengkap) dari orang lain yang tinggal di negara tersebut dan menyatakan dukungan secara finansial untuk perjalanan ke Eropa. Surat ini harus disertai pernyataan bank dari pihak sponsor.

Baca juga: Jenis-jenis Asuransi Perjalanan yang Harus Diketahui Traveler

asuransi perjalanan visa schengen

Cara Membuat Asuransi Perjalanan Visa Schengen

Kalau sudah melengkapi dokumennya maka kamu bisa mengajukan visa ini dengan prosedur sebagai berikut.

1. Pilih waktu pengajuan visa

Pertama, silakan memilih waktu, setidaknya 3 pekan sebelum tanggal keberangkatan. Kalau belum sempat maka bisa 15 hari kerja sebelum keberangkatan ke Eropa. Akan tetapi, akan lebih baik jauh hari sebelum tanggal keberangkatan sebab hal itu memudahkan kamu untuk mempersiapkan diri sekiranya pengajuan ditolak.

2. Temu wawancara

Selanjutnya, membuat janji temu wawancara secara online atau tertulis. Isilah tanggal sesuai keinginan. Kamu pun nantinya akan menerima waktu antrean yang dikirim ke email. Pastikan bahwa kamu datang pada sesi wawancara sesuai tanggal yang ditetapkan.

3. Mendatangi Kedubes/Konsulat

Berikutnya, silakan mendatangi Kedubes atau Konsulat negara yang ingin dituju. Nah, bagaimana jika ingin mendatangi lebih dari dua negara Schengen? Dalam hal ini, kamu bisa mengajukan visa ke negara tujuan pertama atau negara yang paling lama dikunjungi.

4. Lengkapi dokumen yang dibutuhkan

Kemudian, pastikan dokumen persyaratan seperti formulir pengajuan visa, bukti keuangan, bukti reservasi hotel, dan tiket dibawa saat mendatangi Kedubes atau Konsulat negara Schengen.

5. Wawancara visa

Sejatinya, wawancara visa ini hampir sama dengan tahapan saat membuat paspor, tetapi durasi wawancara dengan konsuler visa ini bisa mencapai 15 menit. Di sesi ini, kamu akan menyerahkan dokumen dan menjawab pertanyaan dengan tegas, misalnya tujuan mengunjungi negara Schengen.

6. Bayar

Jika sudah melakukan wawancara maka kamu akan diminta membayar biaya pembuatan visa sebesar 80 euro untuk orang dewasa dan 40 euro untuk anak-anak berusia 6—12 tahun. Untuk anak di bawah 6 tahun, tidak dikenakan biaya membuat Visa Schengen. Sebaiknya, bawa uang tunai untuk berjaga-jaga jika tidak ada fasilitas pembayaran non-tunai.

Proses membuat Visa Schengen ini pun selesai. Kamu hanya perlu menanti jawaban dari Kedubes hingga 15 hari.

Harga Premi

Adapun harga premi asuransi perjalanan ini bergantung pada jangka waktu tertanggung berada di Eropa. Premi asuransi perjalanan Visa Schengen untuk 30 hari sekitar Rp750 ribu hingga Rp1,5 juta per orang dengan pertanggungan hingga Rp6 miliar.

Cara Mendapatkan Premi Murah

Sebagai informasi, asuransi perjalanan ini bisa didapatkan secara online lewat situs resmi perusahaan asuransi. Dalam hal ini, Lifepal pun bisa menjadi pilihan untuk membandingkan dan membeli asuransi perjalanan secara online sehingga calon tertanggung dapat memperoleh proteksi maksimal dengan harga murah.

Klaimnya Bisa cashless dan Reimbursement

Untuk diketahui, klaim asuransi perjalanan ini bisa dilakukan dengan cashless dan reimbursement. Biasanya, metode cashless digunakan untuk perawatan medis di rumah sakit, sedangkan klaim reimbursement berarti nasabah harus membayar biaya terlebih dahulu, kemudian mengumpulkan dokumen dan syarat lain untuk mendapatkan penggantian asuransi.

Sekian ulasan tentang asuransi perjalanan Visa Schengen yang perlu kamu ketahui.

Baca juga: Tips Memilih Asuransi Perjalanan yang Tepat

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

JAKARTA, duniafintech.com - Ekonomi global diprediksi akan menghadapi resesi ekonomi global. Hal itu terlihat dari beberapa kebijakan bank-bank sentral di berbagai negara dengan mengeluarkan...

Pinjol Cepat Cair 2022 Limit Besar Resmi, Ini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana cepat. Saat ini, pinjol yang berizin Otoritas...

Berita Kripto Hari Ini: Apa Kabar Bursa Kripto Indonesia?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini akan mengulas soal perkembangan bursa kripto Indonesia yang masih belum diluncurkan. Adapun sebelumnya, bursa kripto pun sempat molor—sebagai...

Berita Bitcoin Hari Ini: Sempat Menguat, Bitcoin Melemah!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas soal harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya dengan pergerakan yang beragam. Pada perdagangan pagi ini, mayoritas...

Kerangka Kerja Inklusi Keuangan Fokus Digitalisasi dalam Presidensi G20 Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Presidensi G20 Indonesia menyusun Kerangka Kerja Inklusi Keuangan sebagai panduan bagi setiap negara untuk mendorong digitalisasi guna menciptakan ekonomi yang inklusif...
LANGUAGE