31 C
Jakarta
Rabu, 2 Desember, 2020

Bandara New York Gunakan Blockchain untuk Lacak Virus Covid-19

DuniaFintech.com – Bandara New York gunakan Blockchain? Ya, kabar menarik tersebut beredar seiring pandemi yang masih terus berlangsung dan menyebar dengan cepat. Bandara New York gunakan Blockchain ini adalah Bandara Albany dimana Bandara ini telah bereksperimen dengan menggunakan “Aplikasi Jejak Kesehatan” untuk melacak kebersihan permukaan dan objek di dalam bandara.

Aplikasi, yang dikembangkan oleh General Electric Co. (GE) bekerja sama dengan TE-FOOD dan Eurofins itu bertujuan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman selama dan setelah pandemi Covid-19. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan Blockchain perusahaan Microsoft Azure.

Aplikasi ini bertujuan untuk memberikan informasi secara real-time kepada wisatawan tentang kebersihan permukaan sebelum wisatawan menyentuhnya. Wisatawan akan dapat mengumpulkan informasi ini dengan memindai stiker kode QR yang tersebar di dalam dan sekitar bandara menggunakan ponsel mereka. Aplikasi ini juga memberikan kemungkinan kepada wisatawan untuk mengungkapkan pengamatan pribadi mereka tentang kebersihan permukaan tertentu.

Baca juga:

Menurut Bandara Albany, percobaan Bandara New York gunakan Blockchain ini akan berlangsung selama tiga bulan, karena pegawai bandara akan menggunakan aplikasi tersebut untuk melacak protokol pembersihan untuk area dan objek utama di dalam dan di sekitar bandara. Lebih dari 45 stiker kode batang QR telah ditempatkan di berbagai wilayah dan objek di sekitar bandara. 

CEO dari Otoritas Bandara Albany County, Philip Calderone, berkata, “Penggunaan Aplikasi Wellness Trace GE yang mutakhir adalah langkah besar pertama dalam upaya bersama kami untuk mengintegrasikan solusi digital baru guna menciptakan perjalanan yang lebih aman di dunia pasca pandemi.” Pemerintah lain di seluruh dunia juga telah beralih ke teknologi Blockchain untuk membantu memerangi virus.

Aplikasi Blockchain Juga Digunakan di Berbagai Wilayah di Dunia

Di Singapura, negara yang sebagian besar wilayahnya telah berhasil mengatasi wabah, perusahaan investasi milik Pemerintah SGInnovate dan startup Singapura Accredify telah bersama-sama mengembangkan paspor kesehatan digital bertenaga Blockchain. Selain itu, perusahaan Singapura Perlin telah mengembangkan aplikasi seluler berbasis Blockchain yang disebut ICC AOKpass, yang memungkinkan pengguna memverifikasi status COVID-19 mereka secara instan. 

Dengan langkah ini diharapkan pengendalian terhadap penyebaran virus bisa dilakukan dengan lebih baik lagi.

(DuniaFintech/ Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kenali Untung Rugi Menggunakan Paylater Bagi Para Milenial

Duniafintech.com - Fitur PayLater kian populer dikalangan milenial, sebab fitur pembayaran paylater ini bisa digunakan untuk membayar ‘nanti’ berbagai macam transaksi mulai dari kebutuhan...

Pemerintahan Venezuela Siap Perbanyak Penambangan Cryptocurrency

DuniaFintech.com - Pemerintahan Venezuela dibawah rezim Nicolas Maduro akan menggencarkan penambangan cryptocurrency atau bisa disebut mata uang digital. Hal ini dilakukan agar negara tersebut...

Kasus COVID-19 Melonjak, Harga Emas 1 Desember Terinjak

DuniaFintech.com - Harga emas 1 Desember 2020 di penyelenggara PT Pegadaian kembali melemah setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan data kasus aktif dan angka kesembuhan COVID-19 yang...

Pintek Mendapat Pendanaan dari Finch Capital untuk Tingkatkan Akses Pendidikan

DuniaFintech.com – Pintek mendapat pendanaan dari Finch Capital? Ya! Perusahaan teknologi finansial yang memberikan pembiayaan pendidikan untuk siswa hingga lembaga pendidikan, berhasil mendapatkan...

Bidik Digitalisasi di Sektor Koperasi, LinkAja Gandeng Kospin Jasa

Duniafintech.com - Penyedia layanan uang elektronik LinkAja gandeng kospin jasa (Koperasi Simpan Pinjam JASA) untuk mendorong digitalisasi koperasi. Kerja sama yang dilakukan mencakup integrasi...
LANGUAGE