25.8 C
Jakarta
Kamis, 6 Oktober, 2022

Berita Kripto Hari Ini: Bamsoet Bilang Kripto Bantu Ekonomi RI

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini mengulas seputar peran crypto atau mata uang digital yang membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo alias Bamsoet. Dia menyebut bahwa perkembangan crypto di tanah air membantu ekonomi. 

Ia pun optimis, Indonesia harus menjadi pemain besar di kancah dunia. Lantaran jumlah investor kripto di tanah air terus tumbuh signifikan. Lebih lanjut, mari kita simak ulasan berita kripto hari ini. 

1. Bamsoet Sambut Positif: Kripto Bantu Tumbuhkan Ekonomi RI– Berita Kripto Hari Ini

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyebutkan bahwa pembentukan bursa kripto atau uang digital dapat ikut menumbuhkan perekonomian di Indonesia.

“Tantangan kemajuan teknologi ke depan, di dunia termasuk di Indonesia sedang menghadapi masalah yang sama yaitu era digital, begitu juga nanti perdagangan transaksi menggunakan crypto currency. Jadi dengan sumber daya yang luar biasa saat ini tumbuh 270 juta lebih dan ekonomi menjadi tumbuh terus,” ucap Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo, dilansir dari Antara

Baca jugaTips Investasi Modal Kecil, Instrumen Syariah Ini Bisa Jadi Pilihan

Menurutnya, di era ekonomi digitalisasi ini, semua kegiatan transaksi baik perdagangan dan yang lainnya akan didorong ke penggunaan uang digital atau kripto. 

Sehingga, hal itu pun dapat membantu menumbuhkan ekonomi di Indonesia secara maksimal.

Selain itu, lanjut dia, Indonesia saat ini masuk negara pasar kripto terbesar di dunia dan hal itu menjadi peluang untuk ikut sebagai pemain utama dalam pasar kripto tersebut.

“Jadi kita tidak bisa membiarkan, kita menyambut baik adanya digital mining atau tambang digital ini. Harus berusaha untuk menjadi pemain terbesar, tidak hanya di Indonesia tetapi di dunia,” katanya.

Berita Kripto Hari Ini

2. Dorong Pembentukan Bursa Kripto

Ia menyebutkan penting bagi Indonesia menghadirkan bursa kripto, sehingga bisa menarik para investor muda maupun investor luar negeri melakukan transaksi kripto di dalam negeri. Sekaligus memaksimalkan potensi yang bisa didapatkan negara dari sektor perpajakan.

Baca jugaTips Investasi Modal Kecil, Cocok Buat Para Pemula! 

“Transaksi digital di tahun 2021 lalu, hampir menyentuh Rp832 triliun, melampaui transaksi di lantai bursa saham kita yang hanya sekitar Rp332 triliun dan investornya cukup besar dibandingkan pasar modal. Sekarang ini sudah mencapai angka 11 juta, sementara pasar modal hanya mencapai 7,2 juta,” ujar dia.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Finder Crypto Adoption Agustus 2022, disebutkan bahwa kepemilikan aset kripto orang Indonesia mencapai 29,8 juta dengan persentase tingkat kepemilikan di Indonesia mencapai 16 persen atau lebih tinggi dari rata-rata global 15 persen. 

3. Tambahan Pemasukan Negara

Di sisi lain, tumbuh pesatnya jumlah investor Kripto juga berpengaruh terhadap pemasukan negara alias pajak. 

Saat ini Pemerintah telah mengantongi Rp 48 miliar dari aktivitas terkait aset kripto, baik berupa pajak penghasilan (PPh) maupun pajak pertambahan nilai (PPN) sejak berlaku 1 Mei 2022 hingga akhir Juni 2022.

Secara rinci, sebanyak Rp 23,08 miliar berasal dari PPh 22 atas transaksi aset kripto melalui PPMSE dalam negeri dan penyetoran sendiri. Serta berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri atas pemungutan oleh non bendaharawan Rp 25,11 miliar.

4. Kapitalisasi Pasar Kripto Terus Naik– Berita Kripto Hari Ini

Menurut data Coinmarketcap yang dilansir dadi Liputan6.com, total kapitalisasi pasar kripto atau cryptocurrency ini naik sekitar 4 persen setelah laporan data tenaga kerja AS, diperdagangkan di atas USD 1 triliun atau sekitar Rp 14.896 triliun pada Jumat pagi, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam dua minggu.

“Investor tampak bullish pada masa depan Ethereum jangka panjang. Tetapi dalam jangka pendek tetap cemas pada kemungkinan krisis,” kata analis riset crypto, Conor Ryder, dikutip dari Yahoo Finance, Minggu (4/9/2022).

Pasar secara luas terpantau bergerak lebih tinggi pada Jumat, menyusul laporan data pekerja AS yang tumbuh lambat. Hal ini dinilai berpotensi menghilangkan tekanan dari Federal Reserve untuk melanjutkan kenaikan suku bunga agresif akhir bulan ini.

Baca jugaTips Investasi Modal Kecil untuk Pemula, Perhatikan Hal Penting Ini

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Online Terbaik – Tips Jaga Diri Kala Pancaroba Datang

JAKARTA, duniafintech.com - Asuransi online terbaik menjadi salah satu solusi memproteksi diri kala musim pancaroba datang kerap membawa penyakit. Perubahan cuaca dan suhu udara di...

Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM jadi Fokus Pemerintah

JAKARTA, duniafintech.com - Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM, jadi fokus pemerintah untuk memacu peningkatan produktivitasnya. Bank Indonesia menyampaikan dalam acara perhelatan internasional Presidensi G20,...

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA dan BRI, Cek di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, Rabu (5/10/2022), menurut kurs yang tersedia, menguat pada level Rp 15.248 di perdagangan pasar spot. Adapun rupiah...

Pertumbuhan Investor Pasar Modal Asal Sumatera Utara Meningkat 30,41 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Pertumbuhan investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai  memiliki potensi. Terbukti, investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara...

Berita Bitcoin Hari Ini: Wuih, Bitcoin Kembali ke US$20.000!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini datang dengan kabar menggembirakan. Pasalnya, Bitcoin kembali menyentuh level US$20.000. Sebagai informasi, harga mayoritas kripto utama kembali pada...
LANGUAGE