26.2 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Bisa Jadi Pelajaran Untuk Waspada, Ini Daftar Pencurian Kripto Terbesar dalam Sejarah

JAKARTA, duniafintech.com – Investasi aset kripto semakin populer era kini. Masyarakat dunia mengenal kripto sebagai instrumen investasi. Namun juga, afa banyak pencurian kripto yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. 

Bahkan beberapa di antaranya menjadi yang terbesar dalam sejarah di dunia. Kasus ini dapat menjadi pelajaran untuk ekstra berhati-hati dan waspada. 

Berikut daftar pencurian kripto terbesar, dirangkum dari Cointelegraph melalui CNBC, Selasa (28/6/2022). 

  1. MT Gox

Pencurian itu melibatkan lebih dari 850 ribu Bitcoin antara tahun 2011 dan 2014. MT Gox mengklaim bahwa kesalahan tersebut berasal dari bug yang mendasari dalam Bitcoin, dikenal sebagai kelenturan transaksi (transaction malleability).

Baca jugaBahaya! Penambang Kripto Dibidik Para Hacker, Kenali 3 Modus Serangan Ini

Pada September 2011, private keys MT Gox ditemukan telah disusupi dan perusahaan tidak menggunakan teknik audit apapun untuk menemukan pelanggaran tersebut. MT Gox juga menggunakan kembali alamat Bitcoin secara teratur, set kunci yang dicuri digunakan untuk mencuri secara konstan.

2. Linode

Perusahaan hosting web yang digunakan oleh pertukaran Bitcoin diretas pada Juni 2011. Terdapat 46 ribu BTC yang berhasil dicuri dan jumlah sebenarnya masih belum diketahui.

Baca juga: Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

Beberapa korban dari kejadian ini adalah Bitcoinia kehilangan 43 ribu BTC, Bitcoin.cx dengan 3 ribu BTC, pengembang Bitcoin Gavin Andresen yang juga kehilangan 5 ribu BTC.

3. BitFloor

Pencurian Bitfloor mencapai 24 ribu BTC pada Mei 2012 lalu. Pelaku berhasil memgakses ke cadangan kunci dompet yang tidak terlindungi dan mencuri mata uang virtual sekitar seperempat juta dolar. Akibatnya, pencipta Bitfloor Roman Shytlman memutuskan untuk menutup perusahaannya itu.

4. Bitfinex

Ada 119.756 BTC yang berhasil dicuri dalam kejadian ini. Bitfinex bekerja sama dengan BitGo sebagai escrow pihak ketiga untuk penarikan pelanggan.

5. Bitgrail

Bursa kecil di Italia memperdagangkan kripto yang tidak jelas seperti Nano (XNO) yang sebelumnya dikenal sebagai RaiBlocks. Pada November 2017 nilainya hanya 20 sen, lalu melonjak US$10 saat peretasan terjadi Februari 2018 dan perusahaan merugi US$146 juta.

Baca jugaBPJS Jadi Syarat Jual Beli Tanah, ATR/BPN: Tak Pengaruhi Skema Perdagangan

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Penarikan Uang di Indodax, Gampang Banget!

JAKARTA, duniafintech.com - Setelah meraih untung dalam trading kripto, cara penarikan uang di Indodax tentunya sangat penting untuk diketahui.  Ini tentunya akan bermanfaat untuk menarik...

Alasan Token ASIX tak Lolos Izin, Bappebti Beberkan Hal Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Token ASIX milik pesohor tanah air, Anang Hermansyah tak lolos izin dari Badan Pengawas Bursa Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini lantas...

Bisa Dicoba! Inilah Pilihan Platform untuk Mining Ethereum

JAKARTA, duniafintech.com - Platform untuk mining Ethereum (ETH) penting diketahui, guna mendukung proses mining atau penambangan tersebut. Selain trading, cara mudah untuk mendapatkan kripto jenis...

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...
LANGUAGE