26.1 C
Jakarta
Minggu, 25 Juli, 2021

Ciri Investasi Menggunakan Skema Ponzi, Jangan Sampai Tertipu!

Duniafintech.com – Berinvestasi memang tengah menjadi tren dikalangan milenial. Tentu saja invetasi bukan hal yang buruk untuk dilakukan justru membuat kondisi finansial Anda aman di masa mendatang. Namun jangan hanya ikut-ikutan tren saja, pastikan platform investasi yang dituju aman dan mempunyai legalitas dari regulator terkait. Jangan mudah tergiur oleh profit yang besar dalam waktu yang cepat. Anda wajib waspada, bisa bisa malah terjebak penipuan investasi menggunakan skema Ponzi. Apa sih ciri investasi menggunakan skema Ponzi?

Skema Ponzi merupakan suatu modus penipuan yang berkedok investasi. Skema ini seringkali digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan. Cara kerja dari investasi menggunakan skema Ponzi dengan mengandalkan dana dari investor baru untuk membayar keuntungan investor lama sehingga keuntungan dalam waktu singkat bisa didapatkan. Lalu pada akhirnya jika aliran dana melambat, rantai inveatsi ini akan terputus. Berikut ciri investasi menggunakan skema Ponzi yang harus diketahui.

Menjanjikan Keuntungan yang Besar dalam Waktu Cepat

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, ciri investasi menggunakan skema Ponzi adalah menawarkan keuntungan besar dalam waktu yang cepat. Jika Anda mendapatkan tawaran seperti ini maka harus waspada dan berusaha untuk menolaknya. Keuntungan yang didapatkan dari investasi tentu saja tidak bisa dalam waktu yang cepat. Semakin lama berinvestasi maka semakin banyak pula imbal hasil yang didapatkan. Jadi tidak bisa dalam waktu yang singkat.

Baca Juga:

Produk Investasi Tidak Jelas

Perusahaan investasi legal pasti akan menjelaskan mengenai produk investasinya secara rinci kepada calon investornya. Tidak dengan investasi menggunakan skema Ponzi, entitas ini tidak memiliki produk yang jelas saat menawarkannya kepada Anda. Selain itu, janji janji manis dengan tawaran harga murah pun dilakukan untuk memperdaya calon investor.

Profit di Awal Lancar Namun Macet Kemudian

Investasi menggunakan skema Ponzi murni menggunakan perputaran uang dari anggotanya sendiri. Oleh karena itu sudah dipastikan bahwa investasi dengan menggunakan skema Ponzi hanya akan berjalan lancar di awal saja namun setelah dana mulai terkumpul, akan mulai macet bahkan pengelola investasi akan semakin sulit untuk ditemui bahkan ada yang sampai membawa lari uang Anda dan tidak kembali.

Itulah ciri investasi menggunakan skema Ponzi, tetap waspada dan hati-hati ketika ada tawaran investasi dengan iming-iming imbal hasil yang besar. Jangan mudah percaya dengan testimoni orang-orang yang sudah merasakan keuntungan. Yang paling penting adalah pastikan platform investasi terdaftar dan diawasi oleh OJK.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Qoala Insurtech Ungkap Strategi Digital Marketing Tahun 2021

DuniaFintech.com - Pandemi Covid-19 memberikan banyak perubahan di berbagai aspek bisnis, termasuk gaya pemasaran di setiap industri. Namun, pandemi justru memberi peluang bagi perusahaan...

Fintech Santara, Investasi di Bisnis UMKM dengan Sistem Equity Crowdfunding

DuniaFintech.com - Fintech Santara merupakan platform equity crowdfunding yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Equity crowdfunding itu sendiri adalah istilah untuk layanan urun...

Jenis-jenis Produk Pinjaman Bank Syariah Indonesia

Sebagaimana bank-bank lainnya, Bank Syariah Indonesia atau BSI juga memiliki produk pinjaman bagi nasabahnya. Apa saja jenis pinjaman bank syariah? Perlu diketahui, Bank Syariah...

PasarPolis, Perusahaan Asuransi dengan User Experience Terbaik

PasarPolis merupakan perusahaan asuransi yang telah hadir sejak tahun 2015 untuk merevolusi industri asuransi yang selama ini cenderung sulit. Dengan memanfaatkan teknologi terbaru, PasarPolis...

Bareksa, Marketplace Investasi Digital Pertama di Indonesia

Bareksa merupakan marketplace investasi reksadana digital terintegrasi pertama di Indonesia. Startup financial technology (fintech) ini milik PT Bareksa Portal Investasi yang berdiri pada 17...
LANGUAGE