27.4 C
Jakarta
Selasa, 7 Juli, 2020

Departemen Pertahanan AS Bereksperimen dengan Keamanan Basis Blockchain

duniafintech.com – Departemen Pertahanan Amerika Serikat, The United States Department of Defense (DoD) dikabarkan bereksperimen dengann teknologi blockchain untuk keamanan siber sebagai bagian dari strategi modernisasi digitalnya.

DoD merilis rencana untuk teknologi blockchain dalam roadmap empat tahunnya pada 12 Juli, berjudul “Strategi Modernisasi Digital DoD: Rencana Strategis Manajemen Sumber Daya Informasi DoD TA 19–23.”

Menurut laporan itu, cabang penelitian DoD, Badan Penelitian Proyek Pertahanan, the Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), saat ini terlibat dalam dua proyek blockchain eksplorasi yang berfokus pada keamanan siber.

Baca juga: Afghanistan: Blockchain Membantu Membangun Infrastruktur Negara

Dua proyek blockchain itu adalah:

Pertama, DARPA sedang bereksperimen dengan blockchain untuk membangun platform komunikasi dan transaksi baru, yang lebih baik. Tujuan lain dalam platform ini di antaranya termasuk komunikasi antara unit dan markas serta antara perwira intelijen dan Pentagon.

Kedua, DARPA berusaha untuk membuat “kode yang tidak bisa dibackable” dengan teknologi blockchain, memanfaatkan kemampuan blockchain untuk mengumpulkan informasi tentang aktor-aktor jahat yang mencoba meretas ke dalam basis data.

Lokakarya blockchain DARPA

Seperti dilansir dari Cointelegraph, DARPA sebelumnya mengumumkan rencana untuk menyelenggarakan lokakarya blockchain selama dua hari di bulan Februari. DARPA sangat tertarik untuk memeriksa protokol konsensus tanpa izin. Organisasi ini juga mencatat bahwa ada kasus penggunaan yang berpotensi berharga untuk blockchain dalam penyimpanan data, dengan mengatakan:

“Teknologi untuk protokol konsensus terdistribusi telah direvolusi oleh peran utama mereka dalam teknologi cryptocurrency dan blockchain. Teknologi ini memiliki implikasi dramatis bagi keamanan dan ketahanan tugas penyimpanan data dan komputasi yang kritis, termasuk untuk Departemen Pertahanan. ”

Pada bulan Desember 2018 lalu, dilaporkan pula bahwa para pejabat Departemen Pertahanan meneliti bagaimana teknologi blockchain dapat membantu tanggapan darurat dalam situasi bencana, dalam presentasi yang diselenggarakan oleh Peningkatan Proses Berkelanjutan dari Lembaga Logistik Dukungan Pasukan, the Defense Logistics Agency Troop Support’s Continuous Process Improvemen.

Image by Circ OD from Pixabay

Baca juga: Rumah Sakit di Batam Tandatangani Kontrak Blockchain Senilai $140 Juta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bagaimana WordPress dapat Terintegrasi dengan Blockchain?

DuniaFintech.com – Banyak orang mulai merancang skenario bagaimana jika Blockchain diterapkan ke berbagai sektor. Salah satunya adalah dengan mengintegrasikannya ke dalam WordPress. Blockchain...

Kenali Waktu yang Tepat Untuk Ajukan Pinjaman Modal Usaha

DuniaFintech.com - Modal merupakan syarat utama yang harus dipersiapkan saat hendak memulai sebuah usaha. Di sinilah pinjaman modal usaha berperan sebagai sumber...

Terdaftar di Indodax, Theta Siap Rambah Pasar Indonesia

DuniaFintech.com - Thetalabs atau Theta, platform streaming blockchain yang berdomisili di San Jose, California, siap rambah pasar Indonesia melalui kerjasama dengan Indodax...

Hadapi Pandemi, Seniman Indonesia Siapkan E-commerce untuk Berkarya

DuniaFintech.com - Berbagai sektor industri di Indonesia perlahan-lahan kembali melakukan pemulihan di masa pandemi COVID-19. Tak terkecuali para pekerja industri kreatif yang...

Waspada Penipuan Bitcoin! Belajar dari 5 Kesalahan Trader Pemula

DuniaFintech.com - Kesalahan trader pemula berikut ini bisa jadi pelajaran buat siapapun yang ingin berkecimpung di dunia aset kripto. Seringkali, demi mendapatkan...
LANGUAGE