34.5 C
Jakarta
Sabtu, 1 Oktober, 2022

Kementerian Perdagangan Pastikan Akan Stabilkan Harga Telur

JAKARTA, duniafintech.comKementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan akan menstabilkan pasokan dan harga telur ayam ras yang saat ini mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan Kementerian Perdagangan, tercatat per 23 Agustus 2022 harga telur ayam ras di tingkat eceran mencapai Rp31.000/kg atau naik sekitar 2,9 persen dibandingkan seminggu sebelumnya naik sekitar 6,1 persen dibandingkan sebulan sebelumnya.

“Kementerian Perdagangan saat ini tengah berkoordinasi dan bekerjasama dengan Badan Pangan Nasional serta Kementerian Pertanian untuk menciptakan iklim usaha perunggasan yang kondusif. Dalam jangka panjang diharapan akan terbentuk ekosistem perunggasan yang sinergis dan berdampak positif bagi seluruh pelaku usaha perunggasan dan masyarakat selaku konsumen,” ujar Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra. Jakarta, Rabu (24/8).

Syailendra menjelaskan yang menyebabkan kenaikan harga telur ayam ras yaitu kenaikan permintaan terhadap komoditas bahan pokok dengan adanya pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kebijakan pelonggaran PPKM terkait dengan perubahan status Covid-19 dari pandemi menjadi endemi telah meningkatkan permintaan terhadap telur ayam ras dengan sangat signifikan yaitu sebesar 60 persen untuk memenuhi konsumsi rumah tangga, hotel, restoran dan kafe, serta industri makanan dan minuman,” kata Syailendra.

Dia menambahkan akibat kenaikan permintaan tersebut tidak sedikit pedagang besar yang meningkatkan stok telur untuk dapat memenuhi permintaan masyarakat, selain untuk keperluan mendukung program bansos atau penyaluran telur kepada masyarakat. Kejadian serupa pernah terjadi pada Desember 2021, dimana penyerapan telur oleh pemerintah untuk bansos menyebabkan harga telur ayam ras di tingkat peternah mencapai Rp23.000/kg dengan puncak tertinggi terjadi pada Minggu IV Desember 2021 yang mencapai Rp26.000/kg.

Syailendra mengungkapkan sejumlah upaya yang telah dilakukan Kementerian Perdagangan untuk menjaga stabilitas harga telur ras, antara lain dengan menyediakan jagung pakan dengan harga sesuai harga acuan pemerintah yaitu sebesar Rp4.500/kg untuk membantu peternak layer terutama skala mikro.

Bantuan tersebut telah dimulai pada Oktober sampai Desember 2021 sebesar 30 ribu ton dan dilanjutkan pada periode Mei sampai Juni 2021 dengan realisasi sekitar 25 ribu ton.

“Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya produksi peternak layer dengan harapan pasokan dan harga telur ayam dapat menjadi stabil,” kata Syailendra.

Syailendra mengungkapkan kenaikan harga telur ayam ras di  tingkat eceran terjadi akibat kenaikan harga di tingkat peternak sejak Mei 2022 yang menyentuh Rp24.000/kg. Harga telur ayam ras selanjutnya terus meningkat hingga saat ini. Sementara harga jual di tingkat peternak dipengaruhi oleh tingginya Harga Pokok Produksi (HPP) peternak yang saat ini berkisar Rp21.000-Rp22.000/kg.

Baca juga: Harga Telur Ayam Naik, Mendag: Jangan Diributkan

Berdasarkan pantauan Kemendag, rata-rata nasional telur ayam ras di tingkat eceran sekitar Rp31.000/kg pada  23  Agustus  2022,  atau  mengalami  kenaikan  sekitar  2,9  persen  dibandingkan  seminggu  sebelumnya dan naik sekitar 6,1 persen dibandingkan sebulan sebelumnya.

Rata-rata  harga  telur  ayam  ras  terendah  terjadi  di  Jambi  Rp26.000/kg,  harga  tertinggi  terjadi  di  Papua Rp42.000/kg,  sementara  di  DKI  Jakarta  Rp30.700/kg.  Khusus  untuk  wilayah  DKI  Jakarta  harga  terendah mencapai  sebesar  Rp28.000/kg  di  Pasar  Minggu,  sedangkan  harga  tertinggi  Rp32.000/kg  terjadi  di  Pasar Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat; Pasar Koja dan Pasar Rawabadak, Jakarta Utara; serta Pasar Mampang dan Pasar Mayestik, Jakarta Selatan.

Sementara itu, harga telur ayam ras di tingkat peternak sebelumnya tidak pernah menembus Rp22.000/kg sejak Januari 2021 kecuali pada Desember 2021. Berdasarkan informasi dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia, rata-rata nasional telur ayam ras di tingkat peternak sekitar Rp27.500/kg pada 22 Agustus 2022, atau meningkat sekitar 1,6 persen dibandingkan seminggu sebelumnya dan naik sekitar 8,8 persen dibandingkan sebulan sebelumnya. Harga tertinggi terjadi di Pulau Sulawesi dan Kalimantan sebesar Rp28.500/kg, harga terendah di Pulau Sumatra Rp25.800/kg, sementara di Pulau Jawa, Bali dan Nusa tenggara sekitar Rp27.500/kg.

Sedangkan tingginya HPP peternak yang berkisar  Rp21.000–Rp22.000/kg tersebut dipengaruhi tingginya harga bahan baku pakan (sekitar 65 persen dari HPP), baik yang berasal dari dalam negeri seperti jagung, maupun bahan baku asal impor seperti soy bean meal (bungkil kedelai) dan meat bone meal (tepung tulang dan daging).

Baca juga: Mantap! Kemendag Ciptakan Ekosistem Perdagangan Kripto

HPP tersebut kemudian mempengaruhi harga jual pada  tingkat peternak dalam kondisi normal berkisar Rp22.000 – Rp24.000/kg, yang kemudian berakibat pada harga eceran  telur ayam ras yangseyogyanya berada pada kisaran Rp27.000-Rp28.000 per kg.

Syailendra mengungkapkan pada periode Februari—Maret 2022, harga telur ayam ras di tingkat peternak sempat menurun yang membuat para peternak ayam petelur melakukan afkir dini (pengurangan populasi) hampir 30 persen untuk  mengurangi beban produksi dan kerugian.

“Replacement stock ayam petelur di kandang peternak pasca afkir dini membutuhkan waktu beberapa bulan sebelum kembali ke performa yang baik, sehingga pasokan telur ayam ras saat ini pun dapatdikatakan belum kembali normal,”kata Syailendra.

Syailendra mengimbau para peternak maupun pedagang agar dapat turut serta mendukung pemerintah untuk menahandan meredam laju kenaikan harga telur ayam ras.

“Dengan stabilitas harga telur ayam ras yang terjaga, akan tercapai iklim usaha telur ayam ras yang kondusif baik bagi peternak, pedagang, maupun masyarakat selaku konsumen,” kata Syailendra.

Baca juga: Mendag Harapkan Harga Mie Instan Tidak Naik

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Bayar Akulaku via Mandiri Online serta Persyaratannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar Akulaku via Mandiri Online berikut persyaratannya perlu diketahui oleh para pengguna layanan ini. Seperti diketahui pula, hadirnya aplikasi kredit online...

Asuransi Kecelakaan Kerja: Manfaat hingga Rekomendasi Produk

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kecelakaan kerja adalah bentuk proteksi yang sangat diperlukan oleh seorang pekerja atau karyawan. Asuransi sendiri adalah bentuk perlindungan yang penting bagi...

AIA Call Center, Email, hingga Alamat Kantornya

JAKARTA, duniafintech.com – AIA Call Center adalah salah satu cara termudah untuk bisa menghubungi atau mencari tahu soal beragam layanan AIA. Adapun layanan yang dimaksud...

Menteri Erick Dorong Perempuan dan Generasi Muda Duduki Jabatan Direksi BUMN

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong transformasi perusahaan BUMN dengan mendukung keterwakilan perempuan di jajaran direksi dan pemimpin dari generasi...

Kinerja Positif Kementerian BUMN Tercapai di Tahun 2021

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan pencapaian kinerja berada dalam posisi positif ditengah situasi pandemi global di tahun 2021. Hal...
LANGUAGE