25 C
Jakarta
Sabtu, 21 Mei, 2022

Menristek Sebut Bunga Pinjaman Online Kini Bisa Turun, Begini Caranya

Duniafintech.com – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menuturkan big data dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah bunga pinjaman online. Dengan teknologi ini otomatis bunga pinjaman online bisa turun seperti yang kerap dikeluhkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah digital.

Pinjaman online sudah booming sejak beberapa tahun ke belakang. Dan menjadi pilihan banyak orang untuk memperoleh pinjaman uang dengan mudah dan cepat. Bagaimana tidak? Syaratnya cuma KTP saja. Kemudian duit cair hanya dalam satu hari. Sementara jika mengajukan pinjaman di bank, belum tentu lolos persyaratan. Bahkan cenderung lama prosesnya.

Namun di balik kemudahan yang ditawarkan fintech lending, ternyata bunga pinjaman online ini terbilang cukup tinggi. Per harinya 0,05 persen sampai dengan maksimal 0,8 persen. Lalu sebulan 1,5 persen sampai 24 persen, itupun jika fintech lending legal terdaftar di OJK. Lain lagi jika ilegal, bunga yang diberikan tentu semakin tinggi dan mencekik.

Baca Juga:

Bambang menjelaskan, dalam era transformasi digital, ada satu fitur dari revolusi industri 4.0 yang harus dipergunakan secara optimal, yaitu big data. Di sisi lain, fintech menggunakan digital footprint untuk verifikasi dan data pihak ketiga untuk menekan biaya operasional. Jadi kemungkinan bunga pinjaman online bisa turun bukan hal yang mustahil.

Beberapa waktu lalu OJK mengumumkan adanya relaksasi kredit untuk seluruh nasabah yang terdampak pandemi. Hanya saja, keringanan tersebut baru bisa diberikan pelaku UMKM apabila mendapat persetujuan dari pihak pemberi pinjaman. Hal itu karena perusahaan fintech peer-to-peer lending sebagai platform tidak bertindak sebagai pihak pemberi pinjaman sebagaimana di industri perbankan atau pembiayaan.

Namun dengan adanya kecanggihan digital footprint yang bisa muncul karena big data. Oleh karena itu, solusi yang bisa dilakukan fintech agar bunga pinjaman online bisa turun adalah dengan mengoptimalkan big data.

Teknologi ini dapat membuat verifikasi tidak hanya melihat data KTP atau data-data formal tetapi justru masuk lebih jauh dalam konteks know your customer (KYC), masuk lebih jauh ke dalam data-data transaksi, dan behaviour sebenarnya. Karena kelebihannya big data itu bisa menunjukkan behaviour dari calon peminjam.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Sri Mulyani Untuk Pengusaha Supaya Ekspor Dijamin Makin Lancar

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan para pelaku ekspor atau eksportir di Tanah Air, Indonesia, harus bisa mengembangkan produk sesuai dengan...

Negara Paling Bangkrut di Dunia, Indonesia Termasuk? Cek ini Faktanya..

JAKARTA, duniafintech.com - Ini dia negara paling bangkrut di dunia. Ada beberapa negara yang bangkrut akibat utang dan mengalami krisis ekonomi yang menyengsarakan. Saat Indonesia...

Aturan Terbaru Mendag Lutfi Setelah Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencabut larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya, dan selanjutnya untuk menindaklanjuti hal ini,...

Miskin Sawah Ekspor Beras 19 Ton Arab Saudi, Anies: Ini Bersejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin pelepasan ekspor 1 kontainer produk beras FS Yasamin ke Riyadh, Arab Saudi. Ekspor 19 ton...

Viral Penolakan UAS, Ternyata Singapura Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Hubungan baik Indonesia dengan Singapura nampaknya perlu dijaga. Bukan sekadar kerukunan bertetangga namun juga ketergantungan finansial Indonesia yang cukup besar terhadap...
LANGUAGE