26 C
Jakarta
Rabu, 7 Desember, 2022

Pembangunan Ekonomi Hijau Tengah Disiapkan Indonesia, Hindari Turbulensi Sektor Perdagangan

JAKARTA, duniafintech.com – Pembangunan ekonomi hijau akan dijalankan pemerintah Indonesia, guna menghindari adanya turbulensi sektor perdagangan.

Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kasan menyatakan upaya Kementerian Perdagangan untuk menyelaraskan kebijakan perdagangan dengan target pembangunan ekonomi hijau menjadi sangat kritis bagi perdagangan ke depan.

Hal ini memastikan agar tidak terjadi turbulensi kuat di sektor perdagangan dalam proses transisi hijau di Indonesia.

“Peran Kementerian Perdagangan bagi transisi hijau Indonesia ke depan sangat penting. Kebijakan Kementerian Perdagangan harus mampu memfasilitasi kegiatan ekspor sekaligus impor yang mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi hijau,” kata Kasan.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Butuh Integrasi Pertumbuhan Hijau

pembangunan ekonomi hijau

Pembangunan Ekonomi Hijau Tingkatkan Jasa dan Teknologi Ramah Lingkungan

Kasan menjelaskan Kementerian Perdagangan berperan untuk memastikan pelaku usaha dan konsumen Indonesia memiliki akses terhadap barang, jasa serta teknologi ramah lingkungan dengan harga yang kompetitif.

Kementerian Perdagangan juga harus menggulirkan kebijakan perdagangan yang mampu mendorong peningkatan perdagangan produk ramah lingkungan di dalam dan luar negeri, salah satunya dengan pembangunan ekonomi hijau.

Kasan mengungkapkan bagi Indonesia melakukan transformasi ekonomi hijau sebagai respon terhadap kebijakan terkait targer penurunan emisi karbon bukan hal yang mudah dan tidaklah otomatis.

“Indonesia memerlukan sumber daya ekonomi yang besar secara kuantitas dan juga sumber daya yang berkualitas termasuk penguasaan teknologi, ketersediaan finansial, dan SDM,” kata Kasan.

Baca juga: Lintasarta Punya Solusi Kembangkan Bank Pembangunan Daerah

Ekonom Utama World Bank Indonesia dan Timor Leste Habib Rab mengungkapkan kebijakan perdagangan sangat penting bagi transisi pembangunan ekonomi hijau di Tanah Air. Berdasarkan analisis World Bank menunjukkan reformasi perdagangan dapat meningkatkan akses Indonesia ke barang dan teknologi ramah lingkungan yang penting.

“Meningkatnya permintaan global terhadap barang ramah lingkungan juga menawarkan peluang bagi Indonesia untuk melakukan diversifikasi ke industri dan teknologi hijau,” kata Habib.

Baca jugaAncaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

RUU PPSK Tidak Semua Koperasi Diawasi Oleh OJK

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) menimbulkan pro dan kontra. Hal itu karena didalamnya membahas tentang keberadaan kerja koperasi...

Presiden Jokowi Instruksikan Kemendag Bangun Ekonomi Digital di Sektor Perdagangan

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada Kementerian Perdagangan agar dapat memanfaatkan potensi ekonomi digital. Hal itu dilakukan melalui akselerasi transformasi digital pada...

Pinjol Cepat Cair Legal Berizin OJK, Intip Nih Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman melalui aplikasi di smartphone yang proses pencairan dananya sangat cepat. Pinjol atau pinjaman online berizin Otoritas Jasa...

Ini Langkah Strategi Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Didukung dengan kemampuan penanganan pandemi yang baik, percepatan vaksinasi, peran APBN sebagai shock absorber, tingginya harga komoditas unggulan, hingga kesuksesan Presidensi...

Dollar ke Rupiah Hari Ini, Cek Kurs BCA, Mandiri, dan BRI

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.618 di perdagangan pasar spot Selasa (6/12). Diketahui, rupiah melemah 0,99%...
LANGUAGE