25 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021

Kaspersky: Tak Sedikit Pengguna Internet di Asia Tenggara Belum Melek Keamanan Digital

Duniafintech.com – Pengguna internet di Asia Tenggara menyadari kesibukannya di dunia maya meningkat, tapi ternyata sebagian dari mereka belum melek keamanan digital selama berselancar di internet. Fakta ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Kaspersky.

Sejak beberapa bulan terakhir, kehidupan manusia mulai berubah. Semua aktivitas yang biasanya di dunia nyata kini mulai bergeser ke ranah virtual. Bukan tanpa sebab. Pasalnya pandemi yang melanda dunia memaksa manusia untuk membatasi jarak fisik mereka dengan orang lain.

Data Kaspersky menunjukkan enam dari 10 pengguna internet dari Asia Tenggara (SEA) menyadari waktu online mereka meningkat dibandingkan sebelumnya. Meskipun begitu, hal ini gagal menjadikan keamanan digital sebagai prioritas mereka, terbukti sebanyak 38% tidak menghiraukannya akibat kesibukan selama masa lockdown.

Penelitian Berjudul More connected than ever before: how we build our digital comfort zones, survei yang dilakukan di antara 760 orang dari wilayah Asia Tenggara pada Mei lalu menggali lebih dalam tentang bagaimana pengguna menciptakan ruang yang aman dan terhubung ke internet selama masa penguncian akibat pandemi global.

Yeo Siang Tiong selaku General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky mengatakan “Studi baru kami ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna di kawasan ini sekarang menghabiskan antara lima hingga 10 jam untuk online per hari, yang tentunya bukan hal yang mengejutkan.”

Yeo menambahkan Asia Tenggara selalu menjadi rumah bagi negara-negara dengan pengguna World Wide Web yang masih muda dan sangat aktif. Perbedaannya adalah aktivitas online kita kini dilakukan di dalam rumah, mulai dari rapat kerja, belanja, transaksi keuangan, kegiatan sekolah, komunikasi sosial, dan masih banyak lagi. Ini sekaligus menunjukkan bahwa betapa banyak manfaat dari teknologi yang telah diperoleh, serta mengajarkan kita agar dapat mengamankan jaringan rumah dari ancaman online berbahaya.

Baca Juga:

Laporan Kaspersky menyebut bahwa lima aktivitas paling umum yang biasanya dilakukan responden Asia Tenggara adalah berbelanja (64%), streaming konten dan gim online (58%), bersosialisasi dengan keluarga dan teman (56%), transaksi keuangan (47%), dan mengikuti tutorial online (39%).

Di antara seluruh aktivitas tersebut, 69% responden menyatakan kekhawatirannya melakukan transaksi keuangan secara online. Sementara itu, ada 62% yang merasa tidak nyaman ketika melakukan rapat secara virtual.

Berkaitan dengan kekhawatiran responden, sebanyak 42% merasa takut kalau ada orang yang mengakses detail keuangannya. Tidak hanya itu, 37% khawatir kalau dokumen pribadi mereka dapat diakses oleh pihak ketiga, sementara 35% lainnya khawatir tentang seseorang yang dapat mengambil kendali perangkat mereka melalui koneksi internet yang tidak aman.

Pengguna harus melakukan beberapa langkah pencegahan sebelum melakukan aktivitas secara online. Setidaknya gunakan kata sandi, enkripsi perangkat yang digunakan untuk bekerja dan memastikan adanya cadangan data. Tidak hanya itu, jangan malas untuk melakukan pembaruan sistem perangkat yang digunakan untuk bekerja demi keamanan digital.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE