25.1 C
Jakarta
Rabu, 14 Januari, 2026

Wajib Tahu! Inilah Perbedaan QRIS Statis dan Dinamis untuk Belanja

JAKARTA, duniafintech.com – Perbedaan QRIS statis dan dinamis, apa saja ya? Mungkin sebagian dari Anda juga masih belum familiar dengan kedua istilah ini.

Dengan adanya sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS, transaksi dan belanja online menjadi lebih praktis dan efisien.

Saat ini, pembayaran menggunakan QRIS dapat dilakukan melalui berbagai aplikasi dompet digital seperti GoPay, OVO, LinkAJA, ShopeePay, dan layanan perbankan elektronik.

Nah, untuk mengetahui perbedaan QRIS statis dan dinamis, simak yuk ulasannya berikut ini, seperti dikutip dari Plugin Ongkos Kirim.

Apa Itu QRIS?

QRIS (QR Code Indonesian Standard) adalah sebuah kode khusus yang disusun, diatur, dan dipantau oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk memfasilitasi transaksi nontunai masyarakat.

Baca juga: Muncul QRIS Palsu, Ini Tips BI Supaya tidak Salah Pembayaran Menggunakan QRIS

ISFF 2023 INDODAX

Penggunaan QRIS terbilang aman dan praktis karena melibatkan langkah-langkah sederhana seperti pemindaian barcode, memasukkan PIN akun, dan penulisan nominal transaksi.

Sebagai contoh, pengguna OVO dapat mentransfer saldo kepada sesama pengguna melalui QRIS.

Jenis-jenis QRIS — Perbedaan QRIS Statis dan Dinamis

QRIS (QR Code Indonesian Standard) memiliki dua varian, yaitu QRIS Statis dan Dinamis, yang disediakan oleh Bank Indonesia untuk memfasilitasi transaksi nontunai.

  1. QRIS Statis

QRIS Statis bersifat tetap dan umumnya dicetak sekali atau ditampilkan melalui gambar, print out, atau stiker. QR Code pada QRIS Statis tidak dapat diubah setelah dicetak. 

Biasanya, QRIS Statis ditempatkan pada display akrilik khusus dengan barcode atau menggunakan QR Code stand, yang dipasang di meja kasir. Pelanggan dapat melakukan pembayaran dengan cara langsung memindai QR Code tersebut dan memasukkan nominal sesuai tagihan. QRIS Statis memungkinkan pelanggan untuk melakukan pembayaran berkali-kali hingga mencapai batas limit QRIS yang ditetapkan oleh pemilik usaha.

  1. QRIS Dinamis

QRIS Dinamis bersifat kontinyu dan hanya dapat digunakan untuk satu transaksi. Setiap kali transaksi baru, QR Code harus dicetak ulang. Metode pembayaran QRIS Dinamis umumnya dilakukan melalui struk pembayaran di mesin kasir menggunakan mesin printer. 

QR Code pada QRIS Dinamis dapat dihasilkan secara real-time dan terintegrasi langsung dengan mesin kasir. Pelanggan tidak perlu memasukkan nominal transaksi secara manual. QRIS Dinamis lebih direkomendasikan untuk pemilik usaha skala besar seperti swalayan atau toko retail. Penggunaan QRIS Dinamis mempercepat proses pembayaran terutama saat toko ramai, membantu mengurangi antrean pelanggan, dan dapat digunakan sebagai strategi untuk menarik pelanggan melalui platform online.

Perbedaan QRIS Statis dan Dinamis

1. Statis

  • Dicetak atau ditampilkan melalui sticker/gambar/print out.
  • Satu QR Code dapat digunakan oleh banyak pelanggan.
  • Pelanggan harus memasukkan nominal tagihan secara manual setelah memindai QR Code.
  • QR Code berbeda untuk setiap aplikasi dompet digital.
  • QR Code dipajang di area meja kasir.
  • Cocok untuk pemilik UMKM.

2. Dinamis

  • Dicetak dalam bentuk struk pakai mesin EDC atau monitor.

Baca juga: Bank Indonesia Blokir Pemalsuan Stiker QRIS di Rumah Ibadah

Perbedaan QRIS Statis dan Dinamis

  • Satu QR Code hanya bisa digunakan untuk satu kali transaksi oleh satu pelanggan.
  • Pelanggan tidak perlu memasukkan nominal tagihan karena sudah tertera secara otomatis.
  • Cocok untuk pemilik bisnis skala besar, misalnya bisnis kamera dan aksesorinya.

Bank Indonesia mencatat bahwa sekitar 416 kabupaten dan 98 kota telah menggunakan QRIS sebagai media pembayaran nontunai yang dipercaya. Lebih dari 170 ribu merchant juga telah bergabung dan menggunakan QRIS untuk memudahkan pelanggan dalam bertransaksi setiap harinya serta mendukung aktivitas cashless.

Keuntungan Menggunakan QRIS Statis dan Dinamis

  • Menekan penyebaran virus yang bisa menular melalui uang kertas.
  • Mendukung gaya hidup cashless.
  • Berkesempatan menikmati beragam diskon yang disediakan oleh merchant.
  • Lebih cepat dan praktis karena tidak perlu menunggu uang kembalian.
  • Efisiensi dan efektivitas waktu dalam bertransaksi.
  • Mendukung gaya hidup ramah lingkungan karena tidak perlu mencetak struk pembayaran yang sulit didaur ulang (QRIS Statis).

Dengan menggunakan QRIS Statis atau Dinamis, Anda tidak hanya memperoleh kenyamanan dalam bertransaksi tetapi juga mendukung upaya mengurangi penyebaran virus, menghemat waktu, dan mendukung lingkungan.

Baca juga: Capai 26,6 Juta Pengguna, QRIS Jadi Gerbang Masuknya Ekosistem Digital UMKM

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU