27.9 C
Jakarta
Selasa, 28 Juni, 2022

Ramah Lingkungan, Indodax Jalin Kerjasama Pengelolaan Sampah dengan Startup Waste Management

JAKARTA, duniafintech.com – Indodax, perusahaan crypto exchange yang sudah berdiri selama delapan tahun lamanya, baru saja menjalin kerjasama Corporate Social Responsibility dengan Jangjo, perusahaan start up manajemen sampah modern. Ini juga upaya untuk menciptakan budaya ramah lingkungan. 

Kerjasama antara kedua perusahaan ini, ditandai dengan penandatanganan MoU di kantor Indodax yang berada di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan.

CEO Indodax, Oscar Darmawan mengatakan bahwa Indodax akan terus berupaya untuk menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG), khususnya di bidang lingkungan yang mana isu ini memang sedang hangat dibicarakan. Oleh karenanya, Indodax juga ingin mengambil posisi untuk ikut berpartisipasi.

Baca jugaDear Investor Pemula, Begini Cara Beli Bitcoin Melalui Pedagang Aset Kripto Resmi di Indonesia

“Isu mengenai Environmental, Social, dan Governance (ESG) ini sedang santer terdengar belakangan ini. Maka, CSR Indodax kali ini berfokus pada isu lingkungan dengan agendanya yaitu pengangkutan sampah pilah dari kantor Indodax untuk kemudian dapat dibawa oleh pihak Jangjo untuk proses daur ulang. Pelaksanaan kegiatan CSR ini merupakan bentuk kepedulian Indodax terhadap lingkungan,” jelas Oscar.

CEO Indodax, Oscar Dermawan.
CEO Indodax, Oscar Dermawan.

Joe Hansen selaku CEO dan salah satu pendiri dari Jangjo mengatakan bahwa Kerjasama ini dibangun karena latar belakang yang kuat terkait isu sampah nasional.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan total sampah nasional pada tahun 2021 mencapai 68,5 juta ton dimana 17 persen nya (11,6 juta ton) merupakan jenis sampah plastik.

“Pengelolaan yang belum optimal dan sampah yang tidak terpilah, membuat sampah semakin menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Di Jabodetabek sendiri, saya melihat TPA Bantargebang akan melebihi kapasitas tampung dalam waktu dekat. Kita perlu bergerak bersama – sama untuk menyelesaikan masalah ini, sesederhana dengan mulai memilah. Pemilahan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi sampah yang dikirim ke TPA, untuk menggenjot sampah yang didaur ulang,” ujar Joe Hansen.

Melihat kondisi yang memprihatinkan, Indodax pun akhirnya tergerak untuk melakukan CSR di bidang lingkungan dalam pengelolaan sampah dan memutuskan untuk bekerjasama dengan pihak Jangjo. 

“Kami Indodax percaya perusahaan tidak hanya sekedar mengejar profit semata. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang juga peduli kepada lingkungan dan peduli kepada social di sekitarnya. Saya pikir penting sekali bagi kita untuk memulai aksi nyata, untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik lagi. Kami di Indodax percaya setiap langkah kecil yang dimulai, bisa memberikan dampak besar untuk lingkungan kita”, tutup Oscar Darmawan.

Sebagai mitra dari Indodax, Joe Hansen menyampaikan rasa bahagia dan apresiasinya untuk Indodax karena sudah berpartisipasi untuk menjaga lingkungan. Joe pun berharap Kerjasama ini juga terjalin secara long term dan tidak terputus sampai saat ini saja.

“Kami senang sekali, atas kerjasama dan kontribusi Indodax terhadap lingkungan. Kita tahu ancaman penuhnya TPA sudah di mata, kami berharap semakin banyak perusahaan lain yang ikut gerakan ini sehingga masalah sampah bisa kita atasi bersama” tutup Joe Hansen.

Baca jugaInvestor Kripto Indonesia Jumlahnya Fantastis, Masuk Urutan 25 Terbesar Dunia

Sebagai tambahan informasi, Indodax adalah perusahaan jual beli aset kripto terbesar dan terpercaya di Indonesia yang memperdagangkan lebih dari 200 aset kripto dan melayani lebih dari 5.3 juta member dan member pun bisa bertransaksi mulai dari harga 10 ribu Rupiah. Indodax memiliki counter offline yang bisa dipakai oleh para member untuk berkonsultasi yang berada di pusat perkantoran Sudirman, Jakarta Selatan dan Sunset Road di Bali.(rls)

Baca jugaHasil Survei, Ini Token Kripto yang Paling Banyak Dibeli Investor Indonesia

 

 

Admin: Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Izin Usaha Holywings Dicabut Pemprov DKI Jakarta, Ini Daftar 12 Gerainya

JAKARTA, duniafintech.com – Izin usaha seluruh gerai Holywings yang ada di Jakarta secara resmi dicabut oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Adapun langkah ini diketahui...

Pasar Kripto Bergejolak, Tapi Masih Cenderung Bergerak Positif

JAKARTA, duniafintech.com - Harga mata uang kripto sepanjang pekan ini cenderung menguat, di tengah masih tingginya gejolak atau ketidakpastian seputar akhir krisis Ukraina sementara...

Mengenal REN Coin, Token Milik Jaringan Protokol Ren yang Didirikan 2017

JAKARTA, duniafintech.com - Ren (REN) Coin adalah protokol jaringan terbuka yang dibangun untuk menyediakan interoperabilitas dan likuiditas antara berbagai platform blockchain.  Dilansir dari Coinmarketcap, REN...

Dapat Pengalaman Baru, Vidi Aldiano Konser dan Ngedance di Metaverse

JAKARTA, duniafintech.com - Penyanyi Vidi Aldiano akan menggelar konser di metaverse. Ini merupakan pengalaman pertamanya melakukan konser secara virtual. Konser Virtual Vidi Aldiano di...

Kelebihan P2P Lending Syariah Untuk Dana Pendidikan

JAKARTA, duniafintech.com - Nilai manfaat dari sistem P2P LendingSyariah mampu memberi peluang penting bagi banyak aspek. Terkadang tidak hanya untuk bidang investasi hingga UMKM...
LANGUAGE