25.6 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

Strategi Agar Bisnis Bertahan Menghadapi Pandemi

DuniaFintech.com – Pandemi Covid-19 memang sangat memengaruhi ekonomi beserta aspek bisnis. Sebagai pelaku bisnis tentunya, kita harus sigap merancang strategi agar bisnis bertahan menghadapi kondisi pascapandemi. Bagaimana sih startegi bisnis bertahan menghadapi pandemi?

Wendy Yap, CEO PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. dengan mereknya Sari Roti pun membagikan strategi agar bisnis bertahan menghadapo pandemi. Wendy mengatakan, Sari Roti sudah bersiap sejak awal Covid-19 muncul. Berikut beberapa aspek terkait strategi bisnis yang dilakukan.

Awareness

Persiapan yang dipikirkan olehnya pertama kali adalah mencari credit line dan funding. Sebagai antisipasi kalau saja dibutuhkan extra raw material untuk extra raw quarantine. Kuncinya adalah awareness. Ini hal paling penting dalam menghadapi pandemi. Perusahaan harus aware dan mengerti lifestyle konsumen. Menurut Wendy, di tengah krisis selalu ada peluang. Wendy mencontohkan, Sari Roti perlu memikirkan bagaimana supaya konsumen bisa mendapatkan roti walau tetap di rumah. Maka, Sari Roti mencoba fokus di online dengan e-commerce.

Baca juga :

Pengaturan Sistem

Perhatian berikutnya ada pada pengaturan sistem. Contohnya dalam produksi dan sales. Kebutuhan makanan di saat pandemi justru meningkat, mengakibatkan produksi harus berjalan terus. Wendy mengungkapkan, perusahaan justru perlu merekrut tenaga kerja tambahan. Baik untuk produksi maupun untuk kurir yang mengantar ke rumah-rumah. Maka Sari Roti pun mengatur existing system dan merekrut extra people.

“Ketika Anda mempunyai sistem, maka Anda bisa mengatur dengan baik. System has to be in place,” ungkapnya.

New Consumer

Setelah itu Anda pun harus memerhatikan kondisi pascapandemi dimana terkait langkah pemulihan bisnis memasuki era normal baru. Wendy mengatakan, manajemen perlu memikirkan tidak hanya ketersediaan stok, tapi juga harus memikirkan apa berikutnya. Perusahaan perlu terus memperhatikan gaya hidup konsumen, misalkan saat konsumen kembali bekerja di kantor. Wendy melihat bahwa perusahaan akan mengarah kepada efisiensi, misalkan perubahan skala restoran yang tidak perlu besar lagi karena orang-orang akan lebih banyak pesan online. Perusahaan perlu melihat mengenai New Consumer. Perusahaan akan belajar bagaimana supaya lebih efisien. Salah satu contohnya dengan menggunakan e-commerce.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...

Jelang Akhir Tahun, Modalku Catat Pertumbuhan Positif Fasilitas Finansial Bagi Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com - Modalku mencatatkan pertumbuhan positif dari berbagai fasilitas finansial karyawan antara lain fasilitas Modal Karyawan dan Modal Kasbon. Dalam menyediakan fasilitas finansial bagi...

Berita Kripto Hari Ini: Mantan CEO FTX Siap-siap Dipenjara?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini terkait sosok mantan CEO pertukaran kripto yang bangkrut, yaitu FTX, Sam Bankman-Fried. Menjadi salah satu sosok berpengaruh di...
LANGUAGE