33 C
Jakarta
Rabu, 8 Juli, 2020

Strategi Agar Bisnis Bertahan Menghadapi Pandemi

DuniaFintech.com – Pandemi Covid-19 memang sangat memengaruhi ekonomi beserta aspek bisnis. Sebagai pelaku bisnis tentunya, kita harus sigap merancang strategi agar bisnis bertahan menghadapi kondisi pascapandemi. Bagaimana sih startegi bisnis bertahan menghadapi pandemi?

Wendy Yap, CEO PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. dengan mereknya Sari Roti pun membagikan strategi agar bisnis bertahan menghadapo pandemi. Wendy mengatakan, Sari Roti sudah bersiap sejak awal Covid-19 muncul. Berikut beberapa aspek terkait strategi bisnis yang dilakukan.

Awareness

Persiapan yang dipikirkan olehnya pertama kali adalah mencari credit line dan funding. Sebagai antisipasi kalau saja dibutuhkan extra raw material untuk extra raw quarantine. Kuncinya adalah awareness. Ini hal paling penting dalam menghadapi pandemi. Perusahaan harus aware dan mengerti lifestyle konsumen. Menurut Wendy, di tengah krisis selalu ada peluang. Wendy mencontohkan, Sari Roti perlu memikirkan bagaimana supaya konsumen bisa mendapatkan roti walau tetap di rumah. Maka, Sari Roti mencoba fokus di online dengan e-commerce.

Baca juga :

Pengaturan Sistem

Perhatian berikutnya ada pada pengaturan sistem. Contohnya dalam produksi dan sales. Kebutuhan makanan di saat pandemi justru meningkat, mengakibatkan produksi harus berjalan terus. Wendy mengungkapkan, perusahaan justru perlu merekrut tenaga kerja tambahan. Baik untuk produksi maupun untuk kurir yang mengantar ke rumah-rumah. Maka Sari Roti pun mengatur existing system dan merekrut extra people.

“Ketika Anda mempunyai sistem, maka Anda bisa mengatur dengan baik. System has to be in place,” ungkapnya.

New Consumer

Setelah itu Anda pun harus memerhatikan kondisi pascapandemi dimana terkait langkah pemulihan bisnis memasuki era normal baru. Wendy mengatakan, manajemen perlu memikirkan tidak hanya ketersediaan stok, tapi juga harus memikirkan apa berikutnya. Perusahaan perlu terus memperhatikan gaya hidup konsumen, misalkan saat konsumen kembali bekerja di kantor. Wendy melihat bahwa perusahaan akan mengarah kepada efisiensi, misalkan perubahan skala restoran yang tidak perlu besar lagi karena orang-orang akan lebih banyak pesan online. Perusahaan perlu melihat mengenai New Consumer. Perusahaan akan belajar bagaimana supaya lebih efisien. Salah satu contohnya dengan menggunakan e-commerce.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Permudah Transaksi, Paper.id Sediakan Pembayaran via Tokopedia

DuniaFintech.com - Permudah pelaku usaha, Paper.id jadi software invoice pertama yang menyediakan pembayaran via Tokopedia. Dengan mengusung komitmen untuk membantu kemajuan para...

Naik 27% Selama 2020, Bitcoin Kalahkan Emas dan Perak

DuniaFintech.com – Di tengah pandemi yang sedang berlangsung, bitcoin kalahkan emas dan perak dengan berhasil naik 27% selama 2020. Perhatian investor di berbagai...

Pemerintah Afghanistan Manfaatkan Blockchain Deteksi Obat Palsu

DuniaFintech.com - Kementerian Kesehatan Afghanistan mengajak beberapa perusahaan farmasi lokal menggunakan blockchain untuk memerangi peredaran obat-obatan palsu. Pengembang blockchain yang terlibat dalam proyek...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online Tetap Jaga TKB90 Meski Pandemi

DuniaFintech.com - Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede mengatakan, bahwa mayoritas perusahaan pinjaman online tetap jaga TKB90. Tidak dapat dipungkiri, pandemic...

Raup Untung Besar Investasi di P2P Lending, Return Profit Hingga 20%

DuniaFintech.com - Peer-to-Peer Lending atau P2P Lending muncul sebagai alternatif pendanaan online yang menjadi keunggulan saat ini. Tentunya, kemunculannya bukanlah tanpa alasan. Manfaat yang ditawarkan...
LANGUAGE