29.5 C
Jakarta
Minggu, 29 Mei, 2022

Strategi Agar Bisnis Bertahan Menghadapi Pandemi

DuniaFintech.com – Pandemi Covid-19 memang sangat memengaruhi ekonomi beserta aspek bisnis. Sebagai pelaku bisnis tentunya, kita harus sigap merancang strategi agar bisnis bertahan menghadapi kondisi pascapandemi. Bagaimana sih startegi bisnis bertahan menghadapi pandemi?

Wendy Yap, CEO PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. dengan mereknya Sari Roti pun membagikan strategi agar bisnis bertahan menghadapo pandemi. Wendy mengatakan, Sari Roti sudah bersiap sejak awal Covid-19 muncul. Berikut beberapa aspek terkait strategi bisnis yang dilakukan.

Awareness

Persiapan yang dipikirkan olehnya pertama kali adalah mencari credit line dan funding. Sebagai antisipasi kalau saja dibutuhkan extra raw material untuk extra raw quarantine. Kuncinya adalah awareness. Ini hal paling penting dalam menghadapi pandemi. Perusahaan harus aware dan mengerti lifestyle konsumen. Menurut Wendy, di tengah krisis selalu ada peluang. Wendy mencontohkan, Sari Roti perlu memikirkan bagaimana supaya konsumen bisa mendapatkan roti walau tetap di rumah. Maka, Sari Roti mencoba fokus di online dengan e-commerce.

Baca juga :

Pengaturan Sistem

Perhatian berikutnya ada pada pengaturan sistem. Contohnya dalam produksi dan sales. Kebutuhan makanan di saat pandemi justru meningkat, mengakibatkan produksi harus berjalan terus. Wendy mengungkapkan, perusahaan justru perlu merekrut tenaga kerja tambahan. Baik untuk produksi maupun untuk kurir yang mengantar ke rumah-rumah. Maka Sari Roti pun mengatur existing system dan merekrut extra people.

“Ketika Anda mempunyai sistem, maka Anda bisa mengatur dengan baik. System has to be in place,” ungkapnya.

New Consumer

Setelah itu Anda pun harus memerhatikan kondisi pascapandemi dimana terkait langkah pemulihan bisnis memasuki era normal baru. Wendy mengatakan, manajemen perlu memikirkan tidak hanya ketersediaan stok, tapi juga harus memikirkan apa berikutnya. Perusahaan perlu terus memperhatikan gaya hidup konsumen, misalkan saat konsumen kembali bekerja di kantor. Wendy melihat bahwa perusahaan akan mengarah kepada efisiensi, misalkan perubahan skala restoran yang tidak perlu besar lagi karena orang-orang akan lebih banyak pesan online. Perusahaan perlu melihat mengenai New Consumer. Perusahaan akan belajar bagaimana supaya lebih efisien. Salah satu contohnya dengan menggunakan e-commerce.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pembatalan Polis Asuransi Mobil: Prosedur dan Risikonya

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, pembatalan polis asuransi mobil merupakan cara menyelesaikan polis asuransi mobil yang masih dalam masa pertanggungan. Dalam arti, belum satu...

Baik Online Maupun Offline, Begini Cara Bayar Mandiri Virtual Account

JAKARTA, duniafintech.com – Pengertian Mandiri virtual account adalah metode pembayaran dari Bank Mandiri untuk bertransaksi di e-commerce atau aplikasi belanja online dengan menggunakan nomor...

2.290 Calon Jemaah Haji Riau Siap Berangkat ke Tanah Suci Awal Juni 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Sebanyak 2.290 orang calon jemaah haji dari Provinsi Riau siap berangkat ke Tanah Suci. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Riau...

Investasi Bodong Minyak Goreng, Emak Asal Ponorogo ini Masuk Penjara 4 Tahun

JAKARTA, duniafintech.com - EV (30) warga Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo, diamankan Satreskrim Polres Ponorogo usai melakukan penipuan investasi bodong, dengan kedok jual minyak...

Indonesia Masuk Jebakan Utang dari China?, Ini Jawaban Luhut..

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait anggapan bahwa Indonesia telah terperangkap jebakan utang...
LANGUAGE