25.6 C
Jakarta
Senin, 4 Maret, 2024

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.226 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada bulan Januari 2023 mencapai US$404,9 miliar atau setara Rp6.226 triliun (kurs dollar Rp15.378).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menjelaskan dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ULN Indonesia pada Januari 2023 secara tahunan mengalami kontraksi sebesar 1,9 persen (yoy), melanjutkan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 4,1 persen (yoy).

Baca juga: Utang Luar Negeri Bikin Cadangan Devisa Indonesia Naik Rp2.168 Triliun

Menurutnya kontraksi pertumbuhan tersebut bersumber dari ULN pemerintah dan swasta. Perkembangan posisi ULN pada Januari, juga dipengaruhi oleh beberapa faktor perubahan. 

“Akibat pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global termasuk Rupiah,” kata Erwin. 

Menurut Erwin struktur ULN Indonesia masih tergolong sehat dengan didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Dia menambahkan LN Indonesia pada Januari 2023 tetap terkendali, tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 30,3 persen, sedikit meningkat dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 30,1 persen. 

Selain itu, dia menambahkan struktur ULN Indonesia yang sehat juga ditunjukkan oleh ULN yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 87,4% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat.

“Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,” kata Erwin. 

Erwin mengatakan peran ULN juga akan dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional. 

Baca juga: Utang Luar Negeri Swasta Lebih Tinggi Dibanding Utang Luar Negeri Pemerintah Indonesia

“Dengan meminimalisasi resiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian,” kata Erwin. 

Sebelumnya,  Bank Indonesia mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai US$396,8 miliar atau setara dengan Rp6.019 triliun (asumsi kurs Rp15.170).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan dengan perkembangan tersebut pertumbuhan ULN Indonesia pada triwulan IV 2022 secara tahunan mengalami kontraksi sebesar 4,1 persen (yoy), melanjutkan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 6,7 persen (yoy). 

“Kontraksi pertumbuhan ini terutama bersumber dari ULN pemerintah dan sektor swasta. Perkembangan posisi ULN pada triwulan IV 2022 juga dipengaruhi oleh faktor perubahan akibat pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang global,” kata Erwin. 

Menurut Erwin ULN Indonesia pada triwulan IV 2022 masih tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 30,1 persen, menurun dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya 30,3 persen. 

Selain itu, dia menambahkan struktur ULN Indonesia masih tetap sehat. Hal itu ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 87,3 persen dari total ULN. 

Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.019 Triliun

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE