25.6 C
Jakarta
Senin, 4 Maret, 2024

Bank Indonesia Catat Penyaluran Kredit Perbankan Capai 77,7 Persen

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit baru oleh perbankan di bulan Desember 2022, mengalami peningkatan jika dibandingkan pada bulan sebelumnya. Hal itu terlihat dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 77,7 persen lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 58,6 persen. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan faktor utama yang mempengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru, yaitu permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain. 

Baca juga: Bank Indonesia Perkirakan Sektor Industri Pengolahan Alami Peningkatan 53,3 Persen

Erwin mengatakan permintaan pembiayaan korporasi pada Desember 2022 juga terindikasi meningkat. Hal tersebut tercermin dari SBT pembiayaan korporasi sebesar 21,5%, lebih tinggi dari SBT November 2022 sebesar 13,2%. Mayoritas sumber pembiayaan terutama bersumber dari dana sendiri.

“Diikuti oleh pinjaman atau utang dari perusahaan induk, pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik dan penambahan kredit baru ke perbankan dalam negeri,” kata Erwin. 

Kemudian, Erwin mengungkapkan dari sisi rumah tangga, permintaan baru juga terindikasi tumbuh positif pada Desember 2022. Mayoritas rumah tangga mengajukan jenis pembiayaan berupa Kredit Multi Guna dan memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan. 

“Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain koperasi dan leasing,” kata Erwin. 

Baca juga: Bank Indonesia Cadangan Devisa Alami Peningkatan Capai US$137,2 Miliar

Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit perbankan mengalami peningkatan di bulan November mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu sebesar 58,6 persen. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Erwin Haryono mengungkapkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 58,6 persen lebih tinggi dari SBT pada bulan sebelumnya yaitu sebesar 32,8 persen. 

Dia menjelaskan faktor utama yang mempengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru tersebut dikarenakan adanya permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan serta tingkat persaingan usaha dari bank lain. 

Sementara itu, untuk keseluruhan periode triwulan IV tahun 2022, pertumbuhan kredit baru diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Nilai SBT penyaluran kredit baru diperkirakan sebesar 89,1 persen, lebih tinggi dibandingkan 84,5 persen pada triwulan III 2022. 

Selain itu, Erwin mengungkapkan permintaan pembiayaan korporasi pada November 2022 terindikasi tumbuh positif. Hal it tercermin dari SBT pembiayaan korporasi sebesar 13,2 persen. 

“Mayoritas sumber pembiayaan terutama dipenuhi dari dana sendiri, diikuti oleh penambahan kredit baru ke perbankan dalam negeri, pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik dan pinjaman atau utang dari perusahaan induk,” kata Erwin.

Baca juga: Bank Indonesia Siapkan Uang Tunai untuk Natal dan Tahun Baru Rp117,7 Triliun

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE