Ferry Unardi, Pendiri Traveloka yang Masuk Daftar Orang Terkaya Termuda

0
5147
Ferry Unardi

DuniaFintech.com – Tentunya nama Ferry Unardi sudah tidak asing lagi di dunia startup. Pendiri startup penyedia layanan pemesanan tiket pesawat, hotel, dan berbagai fasilitas menarik lainnya yang dikenal dengan nama Traveloka ini seringkali menjadi role model masyarakat dalam dunia industri.

Namun siapa sangka, dibalik sosoknya yang menginspirasi banyak orang, Ferry Unardi sempat putus sekolah di universitas ternama. Mari kita bahas kisahnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah, pria kelahiran Padang, 16 Januari 1988 tersebut melanjutkan pendidikannya di Purdue University jurusan Computer Science dan Engineering.

Berkat kecerdasannya, Ferry dapat bekerja sebagai software engineer di Microsoft selama tiga tahun. Namun, nampaknya bekerja di perusahaan ternama membuat Ferry merasa sulit mengembangkan diri.

Ide Membangun Startup Travel

Setelah merasa dirinya sulit mengembangkan diri meski sudah bekerja di perusahaan ternama, Ferry memutuskan liburan ke China untuk melepas penat dari pekerjaan tersebut.

Di China, ide membangun bisnis di industri travel pun muncul. Tidak langsung dieksekusi, Ferry masih ragu dengan idenya tersebut.

Ferry kemudian menunda idenya tersebut sambil melanjutkan S2 di Universitas Harvard dengan mengambil jurusan bisnis.

Pada saat ingin pulang ke Indonesia, Ferry merasa kesulitan untuk memesan tiket pesawat, hal tersebut pun dijadikan peluang bisnis atas ketidaknyamanan yang dirinya rasakan.

Terlebih lagi pada saat itu, industri travel belum memasuki ranah teknologi secanggih sekarang.

Dari situ, Ferry rela meninggalkan studi S2 Harvardnya yang baru jalan satu semester dan memilih untuk mengembangkan sebuah teknologi pencari tiket pesawat yang dapat diakses masyarakat dengan mudah.

Baca juga:

Berdirinya Traveloka

Repat di usianya yang ke 23 tahun, Ferry akhirnya memutuskan untuk keluar dari zona nyaman dan mulai terjun ke dunia bisnis travel.

Di tahun 2012, Ferry mulai meluncurkan startup bernama Traveloka. Namun saat itu Traveloka hanya sebuah situs pencari dan pembanding harga tiket pesawat.

Startup besutannya didirikan bersama dua orang sahabat, yaitu Derianto Kusuma dan Albert Zhang.

Setelah itu, tepat di pertengahan tahun 2013, Traveloka akhirnya berubah menjadi situs pemesanan tiket pesawat.

Lika-liku Membangun Traveloka

Tantangan terberat yang dirasakan Ferry adalah menemukan cara mengembangkan perusahaan dengan jumlah karyawan yang hanya delapan orang saat itu.

Tidak hanya itu, Ferry dan tim juga banyak mendapatkan penolakan dari berbagai maskapai penerbangan yang tidak bersedia untuk bekerja sama dengan Traveloka.

Dengan kegigihannya dibantu oleh tim yang solid pula, tepat setelah lima tahun berdiri, Traveloka resmi menjadi perusahaan unicorn yang sudah mempekerjakan lebih dari 1,200 orang karyawan.

Pada 2019 lalu, nilai perusahaan telah mencapai 2 miliar dolar AS, setara dengan Rp 28 triliun.

Berkat kesuksesannya membangun Traveloka tersebut, Ferry pun masuk dalam daftar 30 Under 30 versi Forbes pada kategori “Retail & E-Commerce”.

Selain itu, dirinya juga masuk dalam jajaran 150 orang terkaya di Indonesia yang dirilis Majalah Globe Asia pada Juni 2018.

Menempati urutan ke-146, Ferry Unardi menjadi orang terkaya termuda yang memiliki kekayaan mencapai 146 juta dolar AS atau setara dengan Rp 2,1 triliun.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here