30.4 C
Jakarta
Minggu, 3 Maret, 2024

Moncer! Akseleran Berhasil Salurkan Pelaku UMKM Sebesar Rp3 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com – Fintech P2P Lending Akseleran berhasil menyalurkan total penyaluran pinjaman usaha kepada para pelaku UMKM sebesar Rp3 triliun di sepanjang tahun 2022, atau tercatat tumbuh hingga lebih dari 55% dibandingkan realisasi yang sama di tahun sebelumnya. 

Pertumbuhan pinjaman Akseleran kepada para pelaku UMKM tersebut, ditopang oleh kenaikan rata-rata penyaluran pinjaman usaha di setiap bulannya yang mencapai kisaran hingga Rp350 miliar.

Group CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan mengatakan bahwa pertumbuhan pinjaman Akseleran kepada para pelaku UMKM yang terus berkelanjutan bagi Akseleran di tiap tahunnya sangat menggembirakan apalagi di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Baca juga: Fintech Lending Akseleran Catat Penyaluran Pinjaman Usaha Capai Rp600 Miliar

Jika secara kumulatif, Ivan menerangkan, Akseleran telah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar hampir Rp7 triliun hingga akhir tahun 2022.

“Akseleran mampu tumbuh di setiap kuartalnya pada tahun ini dengan rekor penyaluran pinjaman usaha terjadi di bulan September mencapai hampir Rp350 miliar. Saat ini, kami didukung oleh lebih dari 200 ribu pemberi dana pinjaman perorangan (retail lender) dan belasan institutional lender yang telah menyalurkan pinjaman usaha kepada 4 ribu lebih UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Ivan.

Ivan mengatakan pertumbuhan penyaluran pinjaman usaha Akseleran secara nasional di tahun 2022 juga diperkuat dengan kenaikan di luar Pulau Jawa yang berhasil melonjak 35% dibandingkan realisasi yang sama di tahun 2021.

Untuk penetrasi dengan lima wilayah terbesar untuk penyaluran pinjaman usaha di luar Pulau Jawa, antara lain Kalimantan Barat, Riau, Bali, Kepulauan Riau, dan yang paling besar adalah Sumatra Utara.

Baca juga: Dukung Pembiayaan Modal Kerja UMKM, Akseleran Gandeng LPSE Jabar

“Akseleran terus akan menjaga bisnis pinjaman usaha yang sustainable dengan tetap menjalankan assessment secara prudent, melihat kapasitas keuangan, dan riwayat kreditnya seperti apa.

Hingga di akhir tahun 2022, total NPL kumulatif Akseleran tetap di angka yang rendah, yakni sebesar 0,04% dari total penyaluran pinjaman usaha dan kami optimis akan terus berada di bawah 1% mengingat hampir di semua kampanye pinjaman sudah diproteksi oleh asuransi kredit yang melindungi 99% dari pokok pinjaman tertunggak,” kata Ivan.

Selain itu, Ivan mengungkapkan hal yang menggembirakan juga terjadi pada produk pembiayaan baru Akseleran yang ditujukan untuk sektor konsumer bernama Employee Loan.

Menurutnya, di sepanjang tahun 2022, produk Employee Loan Akseleran telah menyalurkan total pinjaman sebesar lebih dari Rp55 miliar, atau naik 82% dibandingkan realisasi yang sama di tahun 2021.

“Employee Loan ini bekerja sama dengan pemberi kerja, jadi tervalidasi apakah orang tersebut benar karyawannya dan berapa besar gajinya. Hingga saat ini, Akseleran sudah bekerja sama dengan 93 perusahaan untuk produk Employee Loan dengan total NPL masih terjaga rendah di angka 0,3% sehingga kami pun optimis untuk produk ini akan terus bertumbuh,” tambah Ivan.

Baca juga: 2021, Borrower Akseleran Capai 2.800 dan Salurkan Pinjaman Rp3,7 Triliun  

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE