35 C
Jakarta
Senin, 28 September, 2020

Pemerintah Uganda Gunakan Blockchain MediConnect: Lacak Obat Palsu

duniafintech.com – Pemerintah Uganda baru-baru ini dikabarkan telah bermitra dengan startup blockchain MediConnect untuk melacak obat-obatan palsu di negara itu, menurut siaran pers 22 Juli.

Presiden Uganda, Yoweri Musevini, Menteri Kesehatan Jane Ruth Aceng, dan pejabat Pemerintah Uganda lainnya memberikan dukungan kepada platform berbasis blockchain MediConnect yang dirancang untuk menangani berbagai masalah di sektor farmasi. Secara khusus, pemerintah menyatakan akan mengerahkan platform tersebut untuk melacak obat-obatan palsu.

Platform Blockchain ini memungkinkan pencatatan obat resep, sehingga mengidentifikasi obat palsu dan mencegah distribusinya dalam rantai pasokan farmasi. Berdasarkan Otoritas Narkoba Nasional Uganda, 10% obat yang diresepkan di negara ini memiliki salinan palsu yang tersedia untuk umum di pasar.

Baca juga: SWIPE, Platform Monetisasi Data Gelar IEO Di Tokocrypto dan Tokenomy

Dexter Blackstock, CEO MediConnect, mengatakan:

“Presiden Uganda, Menteri Kesehatan dan Otoritas Narkoba Nasional semua memahami perlunya bertindak cepat untuk mengatasi masalah obat palsu negara itu dan mengakui manfaat yang ditawarkan dengan melacak obat-obatan pada kerangka blockchain aman dan skalabel yang kami kembangkan. Kami melihat ini sebagai peluang penting bagi MediConnect untuk membentuk bagian dari infrastruktur nasional Uganda dan melindungi warganya dengan memastikan semua obat yang beredar otentik dan aman. “

Para pihak mengadakan kemitraan setelah Konferensi Blockchain Afrika 2019 di Kampala yang dipimpin oleh Museveni. Museveni dilaporkan mendukung penggunaan teknologi blockchain di Uganda selama pidatonya.

Baru-baru ini, dilaporkan pula bahwa 46 organisasi bergabung dengan Binance Charity Foundation untuk mempromosikan “Pink Care Token” (PCAT) yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kesehatan wanita di negara-negara berkembang. Pengiriman PCAT dan pembalut pertama akan dilakukan pada pertengahan Juli di Uganda.

Baca juga: Keren, Program Akselerator Blockchain Ini Menarik Lebih dari 50 Mentor!

Image by Arek Socha from Pixabay

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Seberapa Penting Pemanfaatan Teknologi di Bidang Asuransi? Simak!

DuniaFintech.com - Kemajuan dan digitalisasi melalui teknologi dinilai mampu mengubah sektor industri asuransi. Setidaknya hal itulah yang dikatakan oleh Presiden Direktur Mandiri...

Targetkan Milenial, MCAS Bersama Telkomsel Luncurkan DigiSaham Berbasis Whatsapp

Duniafintech.com - PT M Cash Integrasi Tbk, perusahaan distribusi digital  di Indonesia, MCAS mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi saham real-time berbasis WhatsApp...

Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Warga Indonesia Saat Pandemi

Duniafintech.com - Pada periode Agustus 2020, aplikasi selain non-game, TikTok paling banyak diunduh warga Indonesia. Data yang dirilis Sensor Tower menunjukkan jumlah...

Aplikasi Cicilan Tanpa Kartu Kredit ini Memudahkan Anda Dalam Bertransaksi Online, Ini Pilihannya

Duniafintech.com - Cicilan tanpa kartu kredit adalah salah satu produk Fintech yang popular saat ini. Hadirnya fintech dengan aplikasi kredit online yang...

Layanan Permodalan dan Pinjaman Online Untuk Petani? Simak Disini!

DuniaFintech.com - Layanan keuangan berbasis teknologi (fintech) di Indonesia telah beragam. Hingga kini, terdapat berbagai permodalan dan pinjaman untuk berbagai profesi seperti...
LANGUAGE