31 C
Jakarta
Jumat, 31 Maret, 2023

Utang Pemerintah Indonesia Naik Lagi! Tembus 7.496 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah Indonesia per 31 Oktober 2022 sebesar Rp 7.496,70 triliun.

Jumlah utang pemerintah Indonesia itu naik Rp 76,23 triliun dari posisi bulan sebelumnya yang senilai Rp 7.420,47 triliun.

Kemenkeu yang dipimpin Sri Mulyani Indrawati mengklaim rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih dalam batas aman, wajar, serta terkendali diiringi diversifikasi portofolio yang optimal. Hal ini dibuktikan dengan rasio utang yang menurun jadi 38,36% dari periode yang sama tahun lalu 39,96%.

Baca juga: Ini Sektor Penyumbang Utang Luar Negeri Indonesia 

Utang pemerintah Indonesia terdiri atas dua jenis yakni berbentuk surat berharga negara (SBN) dan pinjaman. Mayoritas utang pemerintah didominasi oleh instrumen SBN yang kini mencapai 88,97% dan sisanya pinjaman 11,03%.

Diketahui SBN sebanyak Rp 6.670,13 triliun. Terdiri dari SBN domestik yang meningkat menjadi Rp 5.271,95 triliun dan valuta asing juga melonjak jadi Rp 1.398,18 triliun.

Sedangkan untuk pinjaman senilai Rp 826,57 triliun. Terdiri dari pinjaman dalam negeri Rp 16,55 triliun dan pinjaman luar negeri Rp 810,02 triliun.

Baca juga: Yakin Utang Indonesia Terkecil Dengan Negara Lain? ini Jawabannya

Berdasarkan mata uang, utang pemerintah Indonesia didominasi oleh mata uang domestik (rupiah) yaitu 70,54%. Tercatat kepemilikan investor asing terus menurun sejak 2019 yang mencapai 38,57%, hingga akhir 2021 tercatat yakni 19,05% dan per 14 November 2022 mencapai 14%.

Per 31 Oktober 2022, realisasi pembiayaan utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 506,03 triliun atau 53,60% dari target yang ditetapkan. Capaian itu jauh lebih rendah atau turun 21,67% (yoy) dibandingkan realisasi pembiayaan utang tahun sebelumnya yang sebesar Rp 646,01 triliun.

Realisasi pembiayaan utang terdiri dari SBN (Neto) sebesar Rp 500,32 triliun dan realisasi Pinjaman (Neto) sebesar Rp 5,72 triliun, yang terdiri dari realisasi pinjaman dalam negeri Rp 4,48 triliun, realisasi pembayaran cicilan pokok pinjaman dalam negeri negatif Rp 1,40 triliun, realisasi penarikan pinjaman luar negeri Rp 66,96 triliun dan realisasi pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri negatif menjadi Rp 64,32 triliun.

Baca jugaUtang Indonesia Naik Per September jadi Rp7.420 Triliun

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Investasi Emas dan Keuntungannya, Bisa via Online Juga Lho!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara investasi emas untuk pemula, apakah susah? Tentu saja tidak. Bahkan, caranya pun sangat mudah sekali. Seperti diketahui, emas memang bukan hanya...

Menko Airlangga Puji GoTo Dorong UMKM Menuju Ekonomi Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Sektor ekonomi digital dinilai mampu menjadi salah satu pemantik percepatan pemulihan serta peningkatan daya tahan ekonomi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko)...

Waspadai Bull Trap Kripto, Begini Tips Cara Menghindari nya Menurut CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Hari ini, Jumat (31/3/23) pukul 12.00 WIB harga Bitcoin masih berada di kisaran lebih dari 423 juta rupiah. Kenaikan pada harga...

Hore! Pemerintah Resmi tidak Naikkan Tarif Listrik hingga Bulan Juni

JAKARTA, duniafintech.com - Penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (Tariff Adjustment) periode April-Juni 2023 untuk 13 (tiga belas) Pelanggan Non Subsidi PT PLN (Persero) telah ditetapkan...

Cara Investasi Bitcoin bagi Pemula: Buat Akun hingga Penarikan

JAKARTA, duniafintech.com – Cara investasi Bitcoin yang benar untuk pemula tentu wajib dipahami jika kamu ingin terjun ke dunia aset kripto. Saat ini, investasi mata...
LANGUAGE