34.5 C
Jakarta
Sabtu, 1 Oktober, 2022

Yeay! Belanja di Singapura Bisa Pakai Rupiah

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia (BI) dan Monetary Authority of Singapore (MAS) bekerjasama dalam hal pembayaran berbasis kode QR lintas negara (cross border QR payment linkage) antara Indonesia dan Singapura sebagai bagian dari upaya mendorong konektivitas pembayaran di kawasan ASEAN, alias dengan kata lain kita bisa belanja di Singapura pakai mata uang Rupiah.

Kerjasama tersebut diharapkan dapat memfasilitasi pengguna dalam melakukan pembayaran ritel secara instan, aman dan efisien dengan memindai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau QR NETS yang ditampilkan oleh merchants. Maka bukan bukan hal yang mustahil lagi untuk kita belanja di Singapura pakai Rupiah.

BI dan MAS juga menandatangani Nota Kesepahaman untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral kedua negara, seperti transaksi perdagangan dan investasi langsung. Hal ini sejalan dengan upaya bersama di kawasan ASEAN dalam rangka mewujudkan integrasi keuangan di kawasan melalui inisiatif yang dapat memfasilitasi penggunaan mata uang lokal yang lebih luas dalam proses penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi intra-ASEAN . Pelaku usaha juga dapat memanfaatkan inisiatif ini untuk mengurangi eksposur terhadap risiko nilai tukar dan biaya dalam melakukan transaksi bilateral antar negara.

Baca juga: Sah Sebagai Alat Transaksi, Uang Rupiah Digital Siap Diluncurkan

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan inisiatif untuk mendorong digitalisasi pembayaran dan pembayaran lintas negara merupakan agenda prioritas dalam pembahasan Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 dan Pertemuan Gubernur Bank Sentral ASEAN pada April 2022. Inisiatif tersebut bertujuan untuk menghubungkan pembayaran lintas negara melalui interkoneksi kode QR nasional antar kedua negara.

Menurutnya bagi Indonesia, inisiatif ini juga merupakan milestone Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia tahun 2025 yang akan diintegrasikan dengan kerangka kerja sama dalam mendorong penggunaan mata uang lokal. Inisiatif ini dipandang dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna transaksi pembayaran lintas negara serta memegang peranan penting dalam meningkatkan efisiensi transaksi, mempromosikan ekonomi digital dan inklusi keuangan, serta memperkuat stabilitas makroekonomi melalui penggunaan mata uang lokal yang lebih luas.

“Bank Indonesia yakin bahwa inisiatif tersebut menandai tonggak penting dalam memperkuat kerja sama keuangan bilateral antara Singapura dan Indonesia,” kata Perry.

Baca juga: Asyik! Besok, Uang Tahun Emisi 2022 Gantikan Rupiah Lama

Sementara itu, Managing Director MAS, Ravi Menon mengatakan konektivitas pembayaran kode QR QRIS-NETS merupakan tonggak penting dalam mencapai tujuan ASEAN membangun integrasi pembayaran di kawasan pada tahun 2025 dan mendukung dinamika koridor perdagangan lintas negara.

Menurutnya inisiatif ini juga sejalan dengan upaya G20 untuk mengatasi potensi hambatan yang timbul dalam kegiatan pembayaran lintas negara di tingkat global dan mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pascapandemi.

“MOU dalam rangka mendorong penggunaan mata uang lokal untuk transaksi bilateral dipandang dapat melengkapi upaya penguatan konektivitas pembayaran kode QR QRIS-NETS melalui kemudahan penyelesaian transaksi bilateral antara Singapura dan Indonesia dalam mata uang lokal masing-masing negara,” kata Ravi.

Sebagai informasi, konektivitas pembayaran antara Indonesia dan Singapura akan memberdayakan individu dan bisnis, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk melakukan perdagangan lintas negara, e-commerce, dan transaksi keuangan lainnya secara efisien. Hal ini juga akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, seiring dengan kembali aktifnya arus perjalanan internasional. Arus kunjungan antar kedua negara tercatat 1,9 juta pengunjung dari Singapura ke Indonesia dan 3,1 juta pengunjung dari Indonesia ke Singapura.

Inisiatif linkage kode QR ini akan dilakukan melalui kolaborasi perwakilan industri kedua negara yang berada di bawah arahan bersama BI dan MAS, termasuk Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), RAJA (Rintis, Artajasa, Jalin, dan Alto), dan NETS.

Baca juga: Cara Tukar Uang Rupiah Baru Emisi 2022 via Online

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Kecelakaan Kerja: Manfaat hingga Rekomendasi Produk

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kecelakaan kerja adalah bentuk proteksi yang sangat diperlukan oleh seorang pekerja atau karyawan. Asuransi sendiri adalah bentuk perlindungan yang penting bagi...

AIA Call Center, Email, hingga Alamat Kantornya

JAKARTA, duniafintech.com – AIA Call Center adalah salah satu cara termudah untuk bisa menghubungi atau mencari tahu soal beragam layanan AIA. Adapun layanan yang dimaksud...

Menteri Erick Dorong Perempuan dan Generasi Muda Duduki Jabatan Direksi BUMN

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong transformasi perusahaan BUMN dengan mendukung keterwakilan perempuan di jajaran direksi dan pemimpin dari generasi...

Kinerja Positif Kementerian BUMN Tercapai di Tahun 2021

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan pencapaian kinerja berada dalam posisi positif ditengah situasi pandemi global di tahun 2021. Hal...

UU Perlindungan Data Pribadi Lahir, Hacker Bjorka Lenyap?

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) telah resmi disetujui oleh DPR dan Presiden pada 20 September lalu. Peraturan ini dipandang...
LANGUAGE