35 C
Jakarta
Senin, 28 September, 2020

ANALISA PASAR CRYPTOCURRENCY DI ASIA PADA TAHUN 2018

duniafintech.com – Jutaan investor perorangan di pasar Asia masih akan terus bergairah, cryptocurrency terus akan membangun momentum sejak tahun 2017 hingga awal tahun baru 2018. Tercatat, enam negara yang mengontrol dari semua perdagangan Bitcoin online di seluruh dunia, 55 persennya mayoritas berasal dari Asia.

India contohnya sudah memiliki 333 juta pengguna kripto, hal tersebut membuat negara dengan julukan bollywood menjadi negara kedua terbesar dalam perdagangan mata uang virtual menyalip negara Cina yang sudah mengeluarkan peraturan ketat tentang cryptocurrency pada bulan September 2017 lalu.

Baca juga: duniafintech.com/worldremit-jalin-mitra-dengan-huawei

Meskipun begitu, perhatian saat ini berfokus kepada Jepang dan Korea Selatan. Negara matahari terbit ini mendominasi perdagangan Bitcoin, dengan dorongan dari Korea. Dalam catatan analis pada tahun 2017 lalu, Korea telah mendepositkan 64 kali lebih banyak ke dalam pertukaran. Lebih besar mata uang digital dibanding mata uang kertas.

Chris Weston, kepala strategi perdagangan market platform online Grup IG mengatakan kepada The Wall Street Journal:

“Bitcoin adalah salah satu dari beberapa pasar terbesar yang pernah ada dalam sejarah di mana Anda telah melihat keuntungan di seluruh dunia dan investor ritel di Asia adalah orang-orang yang mengendarainya. Rasanya semua hal ini didorong oleh para finansial terpelajar dan juga profesional fund manager.”

Meningkatnya kekayaan individu di Asia, terutama Cina dan Korea Selatan menjadi kemudi bagi kinerja cryptocurrency. Namun, para investor perorangan masih belum puas mengenai gempitanya mata uang kripto ini, investor masih sedang mencari alternatif investasi platform yang memberikan keuntungan lebih tinggi yang tidak ditemukan di investasi tradisional, seperti saham, obligasi, dan real estate.

Baca juga: duniafintech.com/strategi-ekspansi-mitra-paypro-turut-sasar-masyarakat-kecil

Lebih penting lagi bagi para generasi millenials sekarang mudah tertarik kepada ruang mata uang digital yang dibesarkan dengan ‘serangan’ baru teknologi, internet, dan smartphone.

Bagaimana dengan kebijakan otoritasi di Asia? Dengan pertumbuhan eksponensial ruang cryptocurrency, hal ini tidak mengherankan bahwa bank sentral dan regulator lainnya di wilayah telah mengeluarkan berbagai peraturan.

Baca juga: duniafintech.com/dompet-dhuafa-lembaga-nirlaba-yang-telah-merambah-ke-berbagai-negara

Source: Wallstreetjournal

Writer: Romy Syawal

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Seberapa Penting Pemanfaatan Teknologi di Bidang Asuransi? Simak!

DuniaFintech.com - Kemajuan dan digitalisasi melalui teknologi dinilai mampu mengubah sektor industri asuransi. Setidaknya hal itulah yang dikatakan oleh Presiden Direktur Mandiri...

Targetkan Milenial, MCAS Bersama Telkomsel Luncurkan DigiSaham Berbasis Whatsapp

Duniafintech.com - PT M Cash Integrasi Tbk, perusahaan distribusi digital  di Indonesia, MCAS mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi saham real-time berbasis WhatsApp...

Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Warga Indonesia Saat Pandemi

Duniafintech.com - Pada periode Agustus 2020, aplikasi selain non-game, TikTok paling banyak diunduh warga Indonesia. Data yang dirilis Sensor Tower menunjukkan jumlah...

Aplikasi Cicilan Tanpa Kartu Kredit ini Memudahkan Anda Dalam Bertransaksi Online, Ini Pilihannya

Duniafintech.com - Cicilan tanpa kartu kredit adalah salah satu produk Fintech yang popular saat ini. Hadirnya fintech dengan aplikasi kredit online yang...

Layanan Permodalan dan Pinjaman Online Untuk Petani? Simak Disini!

DuniaFintech.com - Layanan keuangan berbasis teknologi (fintech) di Indonesia telah beragam. Hingga kini, terdapat berbagai permodalan dan pinjaman untuk berbagai profesi seperti...
LANGUAGE