31.9 C
Jakarta
Jumat, 1 Maret, 2024

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku UMKM dari 65 Juta yang telah bergerak, terhubung dan onboarding di bidang digital.

“Perkembangan terakhir per Juni 2022, sudah 19,5 juta pelaku UMKM atau sebesar 30,4 persen dari total UMKM telah hadir pada platform e-commerce,” kata Teten Masduki dalam B20 Indonesia Digital economy to support SDGs, di Bali, Senin (8/8/2022).

Melansir Liputan6.com, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menyampaikan arahan terkait percepatan transformasi digital UMKM Indonesia. Sebanyak 30 juta UMKM ditargetkan onboarding ekosistem digital pada 2024.

Namun untuk menghadirkan UMKM dalam ekosistem digital, perlu mendorong penciptaan ekonomi baru. Terkait hal ini Presiden menyampaikan arahan percepatan 1 juta UMKM onboarding platform pengadaan barang dan jasa pemerintah (LKPP) per tahun didorong mulai tahun 2022, serta memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.

Selain itu untuk meningkatkan UMKM onboarding, Presiden juga menyampaikan arahan untuk memastikan terlindunginya platform lokapasar daring dalam negeri, UMKM Indonesia yang menggunakan platform lokapasar daring, dan pasar yaitu masyarakat Indonesia itu sendiri.

“Arahan tersebut merupakan panduan bagi kami dalam mempersiapkan program-program transformasi digital yang utuh, dari hulu ke hilir, serta melibatkan semua stakeholder terkait. Ini merupakan ikhtiar agar potensi ekonomi digital Indonesia dapat menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca jugaUMKM Wajib Tahu! Inilah 7 Jenis Pinjaman BCA untuk Modal

Sejalan dengan hal tersebut, potensi peningkatan nilai ekonomi digital di Indonesia diprediksi akan mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu 8 kali lipat dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, mencapai Rp 4.531 triliun pada tahun 2030.

“Peningkatan jumlah UMKM bertransformasi digital merupakan fondasi bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digitalnya. Namun demikian, upaya ini perlu disertai perluasan akses pasar, peningkatan kualitas SDM baik dalam manajemen, hingga kualitas serta kuantitas produksi,” pungkasnya.

Peluang UMKM Tercatat di BEI Lebih Besar

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia telah mencapai milestone baru dengan mencatatkan perusahaan tercatat saham ke-800 pada Jumat, (5/8/2022). PT Sari Kreasi Boga Tbk merupakan salah satu emiten yang berasa dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang tercatat sebagai emiten ke 800 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki mengatakan, bertambah lagi UMKM yang berhasil mencatatkan usahanya di pasar modal.

Baca jugaSecurities Crowdfunding adalah: Alternatif Pendanaan UMKM

“Saya mengapresiasi kepada PT Kreasi Sari Boga Tbk yang telah go publik di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia,” kata Teten dalam Seremoni Pencapaian Perusahaan Tercatat ke-800 di BEI dan Pencatatan Perdana Saham RAFI.

Dia menuturkan, peluang UMKM untuk bisa mencatatkan perusahaannya di bursa saham lebih besar karena terdapat relaksasi peraturan yang memudahkan UMKM.

“Peluang UMKM untuk bisa melantai di bursa saham lebih besar seiring dengan adanya relaksasi peraturan-peraturan yang memberikan kemudahan bagi UMKM,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan ekosistem bagi UMKM agar bisa tumbuh, berkembang dan naik kelas.

“Jadi sekarang pemerintah terus memperbaiki, meningkatkan ekosistem bagi UMKM untuk bisa tumbuh dan berkembang dan naik kelas,” ujar dia.

Baca jugaTop! Udana dan IJS Kolaborasi Kembangkan UMKM Indonesia

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE