28.2 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Mendag Ungkap Warung Kelontong Berikan Kontribusi 51,67 Persen Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA, duniafintech.com – Kementerian Perdagangan melalui Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan toko atau warung kelontong (tradisional) berperan strategis dalam mendorong konsumsi rumah tangga yang memiliki kontribusi sebesar 51,67 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan warung kelontong hal itu berdasarkan dari Euromonitor pada tahun 2021 dari 3,61 juta ritel yang ada di Indonesia 3,57 juta di antaranya berbentuk toko atau warung tradisional. Namun demikian, kontribusi UMKM terhadap ekspor non migas Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura, Thailand, Vietnam dan Tiongkok yaitu sekitar 15,6 persen. 

Baca juga: Ini Tips Menteri Zulkifli untuk Pelaku UMKM Sukses Lewati Masa Pandemi

Zulkifli mencatat UMKM memiliki kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebanyak 65,46 juta UMKM Indonesia telah berkontribusi terhadap 60 persen Produk Domestik (PDB). Selain itu, UMKM toko atau warung tradisional juga menjadi kekuatan ekonomi rakyat paling riil dan sangat berpotensi memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi nasional. 

Dia menjelaskan untuk pengembangan UMKM perlu diwujudkan dengan membangun ekosistem pemberdayaan UMKM melalui bantuan, permodalan kolaborasi UMKM dengan ritel modern dan lokapasar (marketplace). Menurutnya ekosistem UMKM harus dibangun melalui kolaborasi. Untuk permodalan dapat bekerja sama dengan perbankan seperti BRI. Sedangkan untuk UMKM berorientasi ekspor ada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Sedangkan, dari sisi pemasaran dan logistik, UMKM dapat bekerjasama dengan ritel modern yang saling menguntungkan. 

“UMKM harus menjadi prioritas utama karena negara bisa maju karena UMKM yang berkembang. Dengan kolaborasi dan kerjasama ekosistem dapat terbentuk lebih cepat,” kata Zulkifli. 

Baca juga: Kemendag Temukan 515 Ton Minyak Goreng Mandeg tak Terjual

Menurutnya UMKM harus masuk dalam ekosistem digital dengan bekerjasama dengan marketplace. Aplikator marketplace dapat melatih UMKM. diantaranya dengan pelatihan untuk meningkatkan kualitas tampilan kemasan agar lebih menarik. 

Selain itu, Zulkifli mengungkapkan kegiatan UMKM merupakan 70 persen aktivitas ekonomi Indonesia. UMKM mampu menyerap 117 juta pekerja atau 90 persen dari total tenaga kerja. Oleh sebab itu, dia mengharapkan dukungan semua pihak untuk kemajuan UMKM. 

“Jika ekosistem UMKM terbentuk, tidak ada yang rugi. UMKM berkembang, ritel modern, perbankan dan pembiayaan serta marketplace juga berkembang. Jika semua berkembang, rakyat menjadi makmur sehingga negara maju,” kata Zulkifli. 

Baca juga: Mendag Minta Bappebti Fokus Masa Transisi UU PPSK dengan OJK

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE