25.6 C
Jakarta
Senin, 4 Maret, 2024

Cara Mengumpulkan Modal Usaha yang Patut Dicoba, Simak Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara mengumpulkan modal usaha tentu perlu diketahui oleh para calon pebisnis yang hendak/ingin merintis usaha.

Sebagaimana diketahui, keterbatasan modal usaha memang sering kali menjadi kendala bagi banyak orang yang ingin memulai sebuah usaha.

Hal itu karena kalau modal cukup maka kebutuhan untuk membuka usaha modal kecil juga bisa dilakukan dengan perencanaan keuangan yang tepat.

Namun, memperoleh modal bisnis/usaha dengan cepat dan mudah memang tidak dapat dilakukan oleh semua orang karena syarat dan ketentuannya yang agak rumit.

Bagi kamu yang saat ini sedang mencari modal usaha, berikut ini beberapa cara mengumpulkan modal usaha yang dapat kamu coba.

Baca juga: Akhir Tahun 2022, Amartha Salurkan Modal Usaha Rp10 Triliun Lebih

Cara Mengumpulkan Modal Usaha

  1. Menggadaikan aset

Pertama, kamu bisa menggadaikan aset. Misalnya saja barang-barang berharga yang dimiliki saat ini. Dengan jalan ini, kamu akan memperoleh modal usaha untuk bisnis tanpa utang. 

Secara cepat, kamu akan mendapatkan uang tunai tanpa tidak kehilangan aset yang dimiliki itu. Pada umumnya, Pegadaian menerima aset pribadi berupa barang elektronik, surat tanah, perhiasan emas, BPKB atau Buku Pemilik Kendaraan Bermotor, dan lainnya, sesuai dengan ketentuan dan nilai yang berlaku.

Selain pegadaian dari pemerintah, juga tersedia lembaga penyedia modal bisnis saat ini yang dapat dipilih sesuai keperluan masing-masing orang. Besaran pinjamannya juga dapat disesuaikan hingga Rp1 miliar dan tenor yang juga dapat diperpanjang.

Syarat mendapatkan modal usaha kecil dari pegadaian ini tentu saja harus memiliki aset pribadi terlebih dahulu.

  1. Meminjam modal dari bank

Bank menjadi salah satu lembaga penyedia modal bisnis yang paling mudah ditemui. Selain itu, juga tersedia banyak pilihan bank, dengan syarat bervariasi dan skema yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Lain halnya dengan pegadaian yang harus menjaminkan aset, di bank, pinjaman modal usaha memungkinkan seseorang untuk meminjam modal tanpa ada jaminan barang berharga.

Namun, modal bisnis yang dipinjamkan biasanya hanya untuk usaha yang sudah berjalan dan terverifikasi sebagai usaha yang sehat.

Pada umumnya, bank menyediakan kredit multiguna yang memberikan jaminan meski sebuah usaha tampak mampu melakukan pembayaran.

  1. Meminjam modal dari perusahaan fintech

Kini, ada banyak perusahaan online yang menyediakan jasa pinjaman online berbasis peer to peer lending (P2P Lending) seiring perkembangan teknologi internet dan aplikasi telepon pintar.

P2P Lending adalah metode peminjaman uang kepada individu/bisnis dan/atau untuk keperluan bisnis. Secara tidak langsung, perusahaan fintech ini akan menghubungkan pemberi pinjaman dengan peminjam secara online melalui aplikasi.

Di aplikasi fintech, setiap orang yang sudah membuat akun online dapat memberikan pinjaman atau mengajukan pinjaman untuk berbagai kepentingan tanpa menggunakan jasa dari lembaga keuangan yang sah sebagai perantara.

Cara kerja

Caranya mudah, yakni kamu cukup mengunggah sejumlah dokumen pribadi yang dijadikan syarat untuk memohon pinjaman. Kalau disetujui maka kamu bisa mengajukan pinjaman dengan jumlah yang ditentukan dan akan dipublikasikan kepada peminjam dana dengan besaran bunga pinjaman yang sudah disepakati.

Kalau nantinya pendana berkenan memberikan pinjaman maka secara cepat proses peminjaman modal ini bisa segera diproses dan kamu bisa langsung mendapatkan pencairan. Kelebihan peminjaman modal dari perusahaan fintech ini, antara lain:

  • Suku bunga lebih rendah
  • Proses pencairan cepat
  • Jumlah pinjaman besar

Daripada pengajuan ke bank atau lembaga lainnya, pinjaman modal dari perusahaan fintech ini pun terbilang besar. Selain itu, untuk proses pengajuannya bisa mencapai angka yang besar, bergantung pada kepercayaan para pendana untuk meminjamkan dana mereka.

  1. Mendapatkan modal usaha dari koperasi

Koperasi menjadi lembaga simpan pinjam yang cukup familiar bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Lewat koperasi, sering dilakukan pinjaman usaha modal kecil, dengan syarat utama, yakni terlebih dahulu menjadi anggota koperasi.

Koperasi dijalankan atas dasar kekeluargaan dan mengutamakan kepentingan bersama. Kalau ingin mendapatkan modal dari koperasi maka silakan mendaftar sebagai anggotanya terlebih dahulu, dengan pengurusan yang relatif mudah.

  1. Modal usaha dari pemerintah (Kredit Usaha Rakyat/KUR)

Para pegiat Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi atau UMKM dan para calon pengusaha yang ingin mendapatkan modal tanpa utang, menyambut baik program yang dicanangkan oleh pemerintah ini.

Ada sejumlah bentuk usaha dari KUR , yang mencakup bidang pertanian, perikanan, kehutanan, dan usaha lainnya. Tujuan program KUR adalah untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan memberantas kemiskinan.

Pinjaman modal usaha dari pemerintah ini juga diharapkan dapat mendongkrak perekonomian di sektor usaha kecil sekaligus membuka lapangan kerja.

  1. Modal ventura

Alternatif lainnya untuk pinjaman modal usaha adalah melalui Modal Ventura. Jenis pinjaman ini diberikan oleh lembaga non bank, dengan syarat perjanjian kerja sama.

Pinjaman modal ventura ini seperti investor yang menanamkan saham pada bisnis atau usaha. Biasanya, lembaga ini juga tidak meminta agunan atau syarat yang cukup ketat seperti yang dilakukan oleh bank atau KUR.

Baca juga: Modal Usaha UMKM jadi Fokus Amartha Kolaborasi dengan eFishery

  1. Meminjam modal usaha dari perusahaan e-commerce

Sekarang ini, program pinjaman online sudah menjadi kebutuhan primer bagi para pebisnis, utamanya pengguna marketplace. Dalam hal ini, para pemilik marketplace atau e-commerce pun melihat peluang dari fenomena tersebut.

Maka dari itu, saat ini sejumlah e-commerce telah meluncurkan program pinjaman untuk modal usaha yang berkaitan dengan pengembangan toko atau bisnis online yang sedang dikembangkan oleh pengusaha pemula.

Program pinjaman modal usaha tanpa jaminan tersebut ditujukan kepada para merchant yang berjualan online di platform e-commerce. Nominal pinjamannya disesuaikan dengan data transaksi usaha online para peminjam. 

Pinjaman modal usaha yang dibesut oleh e-commerce ini pada umumnya berbentuk paylater/cicilan tanpa kartu kredit yang terhubung dengan dompet elektronik pengguna.

  1. Mendapatkan pinjaman modal usaha dari dompet elektronik

Adapun perusahaan rintisan yang bergerak dalam bidang dompet elektronik kini juga kian memudahkan para pengguna mereka. Semua transaksi serba online dan cashless diketahui memang sudah mengubah cara masyarakat dalam bertransaksi.

Sejumlah perusahaan di bidang ini kemudian melihat peluang pinjaman modal, misalnya saja OVO. Dengan program OVO Paylater, pinjaman modal usaha tanpa jaminan bisa diperoleh di platform ini dengan mendaftar sebagai pengguna OVO.

Jenis pinjaman yang ditawarkannya berupa cicilan tanpa kartu kredit yang bisa terhubung dengan beberapa toko online atau rekanan dari OVO. Program pinjaman modal usaha tersebut menerapkan suku bunga 2,9% per bulan, dengan jumlah pinjaman maksimalnya senilai Rp10 juta selama 3, 6, dan 9 bulan.

  1. Membuat kampanye di situs crowdfunding

Diketahui, saat ini sudah banyak situs penyedia layanan donasi untuk berbagai kebutuhan. Maka dari itu, bukan tidak mungkin bagi mereka yang memiliki konsep bisnis yang kuat dan sudah menyiapkan perencanaan yang matang, untuk memperoleh modal usaha di layanan donasi tersebut.

Dalam hal ini, yang paling penting adalah meyakinkan donatur mengenai bisnis yang dijalankan dengan menggunakan uang mereka. Ada sejumlah perusahaan berjenis crowdfunding saat ini, contohnya Launchgood atau kickstarter di luar negeri.

Di Indonesia, ada Kitabisa.com atau kolase.com yang bisa dicoba. Setelah membuat sebuah kampanye, nantinya akan direspons oleh orang-orang yang ingin mendanai kampanye itu secara sukarela.

Tentunya hal itu akan sangat menguntungkan sebab tidak membutuhkan agunan atau jaminan serta tidak perlu juga mengembalikan dana yang yang terkumpul tadi. Namun, tentu saja sang penerima dana atau modal tadi harus memberikan impresi yang baik dan ide usaha yang akan dirintisnya benar-benar beda dan menginspirasi para donatur untuk memberikan pendanaan sesuai dengan kapasitas mereka.

  1. Mendatangi seminar investasi

Perlu diketahui, saat ini pun ada banyak pendana yang mencari wirausaha muda dengan ide bisnis kreatif yang menjanjikan. Maka dari itu, penting untuk mencari informasi diadakannya seminar-seminar investasi atau funding yang akan mempertemukan pencari dana dengan para investor mereka.

Nah, acara seminar besar, seperti pameran, talkshow, atau bahkan webinar tentang industri tertentu yang berkaitan dengan pendanaan biasanya memang sering digelar. Oleh sebab itu, persiapkanlah business plan dan juga business model canvas serta proposal penawaran kerja sama yang nantinya akan diserahkan kepada calon investor.

Pasalnya, jika ide bisnis yang ditawarkan dinilai sangat brilian maka investor dijamin akan memberikan suntikan modal bisnis dan kerja sama lainnya.

Cara Mengumpulkan Modal Usaha

Rekomendasi Pinjol Bunga Rendah sebagai Cara Mengumpulkan Modal Usaha

Investree

Situs besutan PT Investree Radhika Jaya ini melayani pinjaman online baik untuk yang berbasis syariah maupun non-syariah. Produk yang ditawarkannya ada dua jenis, yakni invoice financing serta online seller financing.

Invoice financing ditujukan untuk pembiayaan usaha yang berbasis syariah. Sementara itu, online seller financing syariah khusus untuk usaha online yang beroperasi di platform marketplace rekanan Investree.

Dompet Kilat

Proses perjanjian kredit melalui situs milik PT Indo Fin Tek konon ini sangat praktis. Jenis pinjamannya ada tiga macam, yakni ModalKilat (untuk modal usaha), AgriKilat (khusus usaha pertanian dan peternakan), serta GajiKilat (pinjaman karyawan).

Bunga pinjaman di Dompet Kilat juga cukup kompetitif, yakni mulai 1,25 persen per bulan. Untuk mengajukan kredit melalui situs ini, Anda cukup melampirkan KTP, KK, NPWP, dan surat keterangan kerja (khusus pinjaman karyawan).

Modal Rakyat

Situs ini menyediakan dana pinjaman mulai dari Rp 500 Ribu sampai Rp 2 Miliar untuk keperluan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Bunganya berkisar antara 12 sampai 30 persen. Syarat pengajuan pinjamannya adalah KTP, NPWP, serta rekening bank pribadi.

Ide Bisnis Modal Kecil Untung Besar

Sudah berhasil mengumpulkan modal usaha? Selanjutnya, ada beberapa ide usaha modal kecil untung besar yang bisa kamu coba lho! Berikut ini daftarnya:

  • Usaha warkop (warung kopi);
  • Jual pulsa elektrik;
  • Dagang gorengan;
  • Terima pesanan kue;
  • Jual pulsa dan paket data internet.

Baca juga: Gak Pake Ribet, Pinjol Bunga Rendah Ini Cocok Buat Modal Usaha

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE